Seni Budaya

EBEG ‘GARUDA MAS BATUR GUNUNG’ KOLABORASIKAN DENGAN REOG PONOROGO.

EBEG ‘GARUDA MAS BATUR GUNUNG’ KOLABORASIKAN DENGAN REOG PONOROGO.

Berita Terbaru, Seni Budaya
selarasindo.com-- Dalam rangka ikut melestarikan seni budaya warisan leluhur, sejak Agustus 2020 lalu, Agro Karang Penginyongan (AKP) wahana wisata edukasi di desa Karangtengah, Cilongok Banyumas ini  setiap hari Minggu menyajikan hiburan seni tradisional Ebeg atau Kuda Kepang. Pementasan kesenian khas Banyumas ini ternyata mendapat respon luar biasa bagi masyarakat sekitarnyamaupun pengunjung dari luar. Hal ini terbukti banyaknya penontonmulai darianak-anak,remaja hingga orang tua. Seperti pada Minggu 13 September 2020, pengunjung disuguhi pementasan Grup Ebeg Garuda Mas Batur Gunung dari desa Pasir Kulon Karanglewas. Penampilan grupebeg yang satu ini agak berbeda dengan lainnya. Dimana penonton bukan hanya disuguhi tarian barongan, tapi juga dikolaborasi dengan seni Jawa Ti
EDON, SASTRAWAN BANYUMAS TAMPIL DI TVRI JOGJA.

EDON, SASTRAWAN BANYUMAS TAMPIL DI TVRI JOGJA.

Berita Terbaru, Seni Budaya
Selarasindo.com. Sastrawan kondang dari Banyumas yang juga pimpinan Sanggar Gethek Edi Romadhon (Edon), Kamis 11 September 2020 muncul di TVRI Jogjakarta. Tampilnya di acara Pendapa Kang Tejo tersebut sebagai bintang tamu. Dalam kesempatan tersebut, sastrawan puisi ini juga sekaligus membawa misi untuk mensosialisasikan adanya Rumah Sastra Ahmad Tohari di wahana wisata edukasi Agro Karang Penginyongan, di desa Karangtengan,kecamatan Cilongok Banyumas Jawa Tengah Edon saat itu didampingi Hendro yang juga seniman vokal mengisi jam tayang pukul  pukul 17.00-18.00 WIB diisi Musikalisasi Puisi karyanya berjudul: Air Mata Kini. Bila air mata telah berubah menjadi air bah bernama banjir. Ada apa dengan Jakarta? Kenapa selalu saja ada dalam aura sikat, sikut, cakar dan A
EBEG ‘DANGER’ BANYUMAS, BUKAN TONTONAN BIASA.

EBEG ‘DANGER’ BANYUMAS, BUKAN TONTONAN BIASA.

Berita Terbaru, Seni Budaya
Selarasindo.com--Banyumas memiliki berbagai seni tradisional unik.  Salah satunya adalah Ebeg atau kuda lumping. Seni tari dengan aneka performen seperti cepet, penthul bahkan ada barongan yakni seperti harimau besar yang didalamnya dua pemain depan dan belakang. Saking uniknya, bukan hanya dari penampilan tapi juga ekspresi. Adegan tidak wajar juga ada di pentas seni Ebeg. Jika pemain sudah kerasukan, ada yang makan beling (pecahan kaca), bamba atau kayu api, kembang menyan dan lainnya. Itulah seni Ebeg Banyumasan. Salah satu diantara adalah grup ebeg Danger dari desa Tumiyang kecamatan Cilongok Banyumas, yang salah satu penggagas pendirinya adalah Monde. Grup ebeg Danger (dudu dolanan biasa) bukan permainan biasa dari Banyumas. Yang didirikan lima tahun lalu. "
MERIAHKAN “GEBYAR BUDAYA”, GADIS-GADIS CANTIK PESTASKAN TARI TRADISIONAL BANYUMASAN.

MERIAHKAN “GEBYAR BUDAYA”, GADIS-GADIS CANTIK PESTASKAN TARI TRADISIONAL BANYUMASAN.

Berita Terbaru, Seni Budaya
Selarasindo.com--Di era modern saat ini, banyak anak muda yang kurang tertarik pada seni budaya tradisional. Bahkan banyak sudah yang bergeser ke budaya manca. Namun kita bersyukur karena masih ada anak-anak muda yang mau menekuni kesenian tradisional khususnya tari Banyumasan. Seperti yang dipantaskan dalam acara 'Gebyar Budaya' di halaman Temu Agung Agro Karang Penginyongan Jumat 21 Agustus 2020 lalu. Ada dua pasang penari terdiri dari 4 gadis cantik diiringi musik kolaborasi antara musik tradisi  gending  dengan musik modern. Mereka begitu menikmati olahgerak dengan irama Banyumasan energik namun banyak mengandung makna dan bernuansa keindahan. Mereka antara lain  Siska Pranata.  Gadis yang tengah kuliah di Unsoed Purwokerto jurusan Ekonomi dan Bisnis semester 3. Ia bersam

H.AHMAD TOHARI, BUKA “GEBYAR BUDAYA” WAHANA WISATA AGRO KARANG PENGINYONGAN.

Berita Terbaru, Seni Budaya
Selarasindo.com--Sastrawan kondang Banyumas H. Ahmad Tohari (72), Sabtu 15 Agustus 2020 hadir di Wahana Wisata Sehat Agro Karang Penginyongan (AKP), didesa Karangtengah, Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah. Kehadirannya di wahana wisata edukasi seluar 4,1hektar yang didalamnya juga terdapat Taman Sastra Ahmad Tohari ini dalam rangka membuka acara "Gebyar Budaya" dalam rangka perayaan HUT ke 75 Republik Indonesia  17 Agustus 1945-2020. Dalam kesempatan tersebut sastrawan kondang dengan karyanya Ronggeng Dukuh Pauk ini menuturkan  bahwa ia mendapat amanah  dari pemilik  AKP yakni Bapak Liem Koeswintoro untuk membukan "Gebyar Budaya" sekaligus dibukannya kembali AKP setelah beberapa bulan  tutup atau lockdown Gebyar Budaya ini selain dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan ke 75 R
TUTI MARYATI UJUDKAN LOMBA VOKAL KERONCONG PIALA BUDIMAN BJ 2020.

TUTI MARYATI UJUDKAN LOMBA VOKAL KERONCONG PIALA BUDIMAN BJ 2020.

Berita Terbaru, Seni Budaya
Selarasindo.com - Para seniman panggung dari berbagai cabang seni,  terus berkreasi, meski untuk beberapa bulan terakhir ini harus terkungkung di rumah tak bisa kemana mana akibat pandemi Coronavirus ini. Daya juang dan daya kreasi mereka tak pernah padam. Tuti Maryati Zakaria, penyanyi keroncong legendaris yang dulu dikenal dengan nama Tuti Tri Sedya pun termasuk seniman yang gigih berjuang hingga akhirnya berhasil mewujudkan gagasan yang tertunda tiga bulan lalu, yakni "Lomba Vokal Keroncong"  yang digadang gadangnya, selama ini. Lomba yang pertama diselenggrakan ini hanya bisa menyeleksi 60 peserta karena keterbatasan gedung serta ketatnya protokol Covid 19. "Pendaftarnya lebih dari itu, " katanya usai penyelenggaraan. "Kasihan mereka rindu keroncong, " katanya sedih.
TYA SUBIAKTO, BANTING SETIR DARI MUSISI KE NOVELIS.

TYA SUBIAKTO, BANTING SETIR DARI MUSISI KE NOVELIS.

Berita Terbaru, Seni Budaya
Selarasindo.com--Seringkali orang kreatif merasa tidak nyaman pada zona mapan. Hal tersebut juga dirasakan Tya Subiakto, komposer, conductor, penata musik dan sutradara film. Kemudian tiba-tiba Tya menghilang dari panggung entertainment Indonesia. TIba-tiba di tahun 2020 ini penata musik untuk puluhan judul film ini come back dengan nuansa berbeda. Sejak menikah dengan Agyl Shariar tahun 2019,Tya sering berdiskusi soal bidang tulis menulis, khusus sastra "Gara-gara beliau aku jadi kepengen nulis. Karena setiap ada ide, dia bilang, sayang kamu tulis dengan kalimat kamu sendiri. Tiba-tiba begitu aku sodori, dia bilang bagus kok nulisnya. Dari situ aku udah mulai PD nulis." ujar Tya Subiakto melalui saluran telepon, Selasa (5/5/2020). Novel perdana mantan istri aktor Candy Sat...
DI DESA KARANGSEMBUNG, PRAMA – RAFI GELAR LAKON ‘REBUT KIKIS TUNGGURANA’.

DI DESA KARANGSEMBUNG, PRAMA – RAFI GELAR LAKON ‘REBUT KIKIS TUNGGURANA’.

Berita Terbaru, Seni Budaya
Selarasindo.com--Di Kerajaan Pringgadani pagi ini menerima seorang tamu dari Kerajaan Tunggarana, yang menjadi rajanya adalah Prabu Kahana. Kerajaan Tunggarana, semula jajahan Pringgadani, namun setelah Prabu Arimba tewas, maka  memisahkan diri dari Pringgadani. Namun sekarang Tunggarana yang sudah merdeka saat ini diduduki Pasukan Trajutrisna. Prabu Anom Gatutkaca menjadi marah. Gatutkaca tahu, sebenarnya Prabu Boma hanya bikin onar supaya Pringgadani dan Trajutrisna bertempur. Andaikata Pringgadani kalah perang, maka Pringgadani akan dijajah Trajutrisna. Lakon ini mengandung ajaran kebenaran akan mengalahkan angkara murka. Itulah sekilas wayang kulit dengan lakon Rebut Kikis Tungarana yang ditampilkan dalang Remaja Prama Riza Fadhlansyah  ( kelas III SMPIT Miftahul U
RAKOR ORGANISASI PEWAYANGAN, UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI BUDAYA BANGSA.

RAKOR ORGANISASI PEWAYANGAN, UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI BUDAYA BANGSA.

Berita Terbaru, Seni Budaya
Selarasindo.com--Dalam rangka mempertahankan eksistensi budaya bangsa, khususnya wayang. Maka dalam Rapat Koordinasi tahunan organisasi pewayangan Indonesia dibawah naungan Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENA WANGI), menyoroti langkah dan upaya mereka dalam mempertahankan eksistensi budaya bangsa ini tetap bertahan ditengah perubahan masyarakat modern yang sudah terdigitalisasi Dalam rapat koordinasi tersebut menghadirkan organisasi-organisasi pewayangan, sanggar/komunitas wayang, lembaga pendidikan seni yang terkait dengan pewayangan, museum maupun dinas pemerintah yang peduli pada pelestarian wayang Indonesia. Ketua Umum SENA WANGI Drs Suparmin Sunjoyo mengatakan, di era milenial saat ini, salah satu tantangan terbesar mereka adalah bagaimana cara menanamkan kecinta...
DALANG TIGA GENERASI, KOLABORASI PENTASKAN LAKON WAHYU PANCA DHARMA.

DALANG TIGA GENERASI, KOLABORASI PENTASKAN LAKON WAHYU PANCA DHARMA.

Berita Terbaru, Seni Budaya
Selarasindo.com--Masyarakat Banyumas dan sekitarnya Sabtu malam Minggu 15/2 dihibur oleh pentas dalang tiga generasi yakni Rafi Ramadhan (anak-anak), Prama Reza Fadhlansyah (Remaja) dari Jakarta,  dalang senior MPP Bayu Aji dari Solo. Acara pentas wayang yang disiarkan life melalui canel TVRI Jateng di alun alun Banyumas ini dalam rangka Hari Jadi Banyumas ke 499. Malam itu penonton dihibur berbagai tarian daerah oleh siswa siswi sekolah kejuruan seni SMK Negeri 3 Banyumas. Pentas diawali dalang unior Rafi Ramadhan yang mengekspresikan kepiawaiannya dalam olah sabet yang membuat decak kagum penonton. Dilanjutkan jejeran oleh MPP Bayu Aji hingga limbukan. Pada seasion berikutnya Prama Reza Fadhlansyah menampilkan kepiawaian baik dalam anta wecana yang sudah mulai dihayati hing