74 TAHUN KOESWINTORO, SILATURAHMI BUDAYA CIPTAKAN INDAHNYA KEBERSAMAAN.

Didampingi istri dan putra putrinya Pak Liem potong kue ulang tahun ke 74. (sh)

Selarasindo.com–Arnantyo Naresyworo, Putra bungsu Koeswintoro owner Grafika Group,   Senin malam 4 Februari 2019 bersama kakak -kakak yang lain pulang kampung ke Gombong Kabupaten Kebumen jawa Tengah.

Sebagai anak bungsu, ia diminta mewakili atas nama keluarga untuk memberikan kata sambutan. Arnan demikian panggilan akrab pria pengelola Grafika Soka Indah Tabanan yang juga pimpinan NIEC ini dengan penuh semangat mengungkapkan kebahagiaannya.

Pak Liem menyerahkan potongan tumpeng kepada I Gede Suryanegara tokoh masyarakat Bali. (sh)

“Pada tanggal 15 Januari lalu ayah saya berulang tahun ke 74.  Beliau dalam kondisi sehat dan tetap bersemangat. Inilah yang patut kita syukuri. Tak lupa kami sampaikan terima kasih kepada semua panitia yang telah menyiapkan acara ini dan juga pada hadirin sekalian.” ujarnya.

Dalam ultah kali ini Arnan tidak ingin terlalu formal dengan harapan agar semua tamu undangan bisa leluasa saling bertegur sapa saling ngobrol bersama sehingga tercipta nusansa indahnya kebersamaan.

“Meski usia semakin bertambah namun semangat tak pernah surut.  Saat ini  beliau terus membangun obyek wisata Agro Karang Penginyongan di desa Karang tengah Cipendok, kecamatan Cilongok kabupaten Banyumas.” ujarnya diiringi tepuk tangan hadirin.

Di usianya ke 74 tahun ini Pak Liem tetap tampil sebagai panutan bagi anak-anak dan keluarga. Malam ini menyelenggarakan Silaturahmi Budaya, Indahnya kebersamaan.

Menyatukan dari berbagai latar belakang.

Dalam acara ini Grafika menampilkan berbagai  pentas seni . Diantaranya grup musik Bambu Tangsi Laras,  Lengger Lanang  dikolaborasi dengan seni Barongsai dari Gombong oleh Seniman Titut Edy Purwanto yang juga OM Agro Karang Penginyongan. Acara juga dimeriahkan oleh vokalis dan player dua pemuda penyandang Tuna Netra Gombong.  Puncak acara dimeriahkan dengan seribu obor dan pesta kembang api.

Kemeriahan 74 Tahun Koeswintoro yang digelar di Grafika Hotel Gombong ini dihadiri dari berbagai kalangan.  Mulai dari anak cucu, sanak saudara, family, rekan dekat, pejabat pemerintahan, relasi hingga karyawan Grafika Group. Bahkan dari kalangan TNI, Polri, politisi, birokrat dan relasi bisnis juga hadir. Bukan sebatas dari kabupaten Kebumen, namun merambah Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Bandung  hingga Bali.

Tamu undangan tengah menikmati nuansa indahnya kebersamaan. (SH)

Dari berbagai segmen atau perbedaan suku, ras, etnis maupun agama yang dikumpulkan Koeswintoro ini terlihat akrab dan tanpa sekat diantaranya. Maka impian Indahnya perbedaan dalam kebersamaan amat dirasakan.

Dalam kesempatan tersebut Arnan juga menyampaikan pengalaman pribadinya. Karena dilatari dari berbagai perbedaan,  awalnya indah tapi akhirnya muncul seperti apa. Ternyata tidak mudah mengatasi perbedaan ini.”

Tali kasih.

Demikian pula lanjutnya,  Indonesia adalah negara besar dengan banyak perbedaan. Itu tidaklah mudah untuk mengemas perbedaan menjadi potensi kekuatan dan keindahan. Meski sesulit apapun harus kita ujudkan bahwa perbadaan itu adalah sesuatu yang indah.” Kemudian yang menjadi pertanyaan saya,  kepada Pak Liem.  Bagaimana sih caranya mengelolana perbedaan menjadi keindahan? Ternyata menurut beliau pak Liem itu kuncinya hanya satu yakni Tali Kasih.

Kadang kita bertengkar, kadang kita berbeda pendapat,  berbeda keinginanan dan seterusnya bahkan sampai kadang kita terjadi perpisahan.  Namun dengan Tali Kasih ini akan menyatu kembali menjadi sesuatu yang indah seperti pada malam hari ini. Di dalam Grafika Group itu kita senantiasa mengutamakan talikasih tersebut sehingga terwujud.  Ternyata uang bukan segala-galanya. Tapi Tali Kasih itu kunci dalam menciptakan Mimpi Nyata Indahnya Kebersamaan seperti yang kita rasakan malam hari ini.

Di akhir sambutannya Arnantyo menyampaikan bahwa Grafika Grup yang dibangun selama bertahun-tahun. Sebagai penerus,  ia berharap banyak masukkan dari bapak ibu sekalian agar anak-anaknya bisa melanjutkan usaha yang dibangun dengan jerih payah oleh kedua orangtuanya. Hal ini karena ke depan tantangan semakin sulit.

“Oleh karenanya  kami mengharap atas dukungannya demi kelangsungan Grafika Grup.” ujarnya.  (Saring Hartoyo)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.