HJ. SITI ATIKOH : “AKP COCOK SEBAGAI WAHANA PENDIDIKAN KARAKTER.”

 

Hj. Siti Atikoh Ketua Kwarda Jateng saat pembekalan Binwil  Pramuka Siaga Banyumas di Agro Karang Penginyongan Sabtu 30/3. ( sh)

Selarasindo.com–Ketua Kwarda Pramuka 2018-2023 Hj. Siti Atikoh Suryani  istri gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Sabtu 30 Maret 2019 menghadiri kegiatan Binwil Pramuka Siaga Banyumas.

Acara kompetisi seni budaya dan kegiatan kepramukaan lainnya, berlangsung selama 2 hari yakni 29-30 Matet 2019, bertempat di wahana wisata edukasi Agro Karang Penginyongan ( AKP) di desa Karangtengah, kecamatan Cilongok Banyumas.

Peraih juara Binwil Banyumas menerima piagam penghargaan sebagai wakil Banyumas ke tingkat propinsi. (Sh)

Dalam kunjungannya Hj. Siti Atikoh didampingi oleh Bupati Banyumas H. Ahmad Husein bersama Erna Husein sang istri selaku Ketua Kwarcab Banyumas dan istri wakil bupati dan tamu undangan lainnya. Hadir dalam acara pembukaan, jajaran Pemda Banyumas, Koeswintoro owner Grafika Grup pemilik Agro Katang Penginyongan, Sastrawan dan budayawan Banyumas H. Ahmad Tohari,

Dihadapan para peserta dan tamu undangan Hj. Siti Atikoh menyampaikan ucapan selamat kepada pramuka siaga yang tengah berkompetisi untuk meraih prestasi, dan kelak menjadi delegasi Pramuka Binwil Siaga Banyumas ke tingkat Jawa Tengah yang akan digelar pada 27-28 April 2019. Ia juga menyalami kepada semua perwakilan masing-masing kabupaten.

Terkesan dengan Agro Karang Penginyongan.
Usai acara Atikoh menyampaikan bahwa dirinya baru pertamakali berkunjung ke Agro Karang Penginyongan ini. Menurutnya tempatnya luar biasa, asri, masih bisa mengeksplor lingkungan, alam sehingga amat cocok untuk pembelajaran bagi anak-anak.

” Menurut saya, tempat ini juga amat cocok untuk outbond bagi para SKPD maupun jajaran eksekutif lainnya. Dan karena tempat ini menyatu dengan alam maka amat tepat untuk gathering,” ujar Siti Atiqoh.

Hj. Siti Atikoh, Ketua Kwarda Jateng. (Sh)

Udara yang bersih dan sejuk lanjutnya, juga bisa membersihkan paru-paru. Meski AKP berada si keringgian 650 m DPL dengan jalan menanjak terjal dan berliku, namun bagi para siswa ini justru amat penting untuk menambah ilmu pengetahuan.

“Jalan naik turun di lereng pegunungan seperti ini justru dibutuhkan untuk melatih fisik bagi anak-anak.” ungkapnya.

Di akhir bincangannya Hj. Siti Atikoh selaku ketua Kwarda Jateng berharap,  ke depan tempat ini semakin baik sehingga pengunjung meningkat.

” Karena tempat ini cocok sebagai wahana pendidikan karakter bagi anak-anak,” ujarnya seraya menutup bincangannya. (Saring Hartoyo)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.