WAHYU BUDI SAPTONO MSi SEKDA BANYUMAS : “AKP TEPAT SEBAGAI AJANG KEMAH KEBHINEKAAN”.

Wahyu Budi Saptono MSi, Sekda Banyumas usai menutup Kemah Kebhinekaan di Agro Karang Penginyongan, Sabtu 26/10. (SH)

Selarasindo.com–Sebagai tempat kegiatan Kemah Kebhinekaan 2019 seperti ini,  Agro Karang Penginyongan sangat tepat. Semua sarana dan prasarana sudah tersedia. Dari segi penataan juga sudah bagus, sehingga untuk pelaksana kegiatan kemah, panitia tidak terlalu sulit untuk menyesuaikan. 

“Alhamdulillah semua kegiatan dari awal hingga akhir berjalan lancar. Hal ini juga didukung oleh fasilitas dan pelayanan serta konsumsi yang baik. Selain itu kami bersyukur bahwa di Banyumas  sudah memiliki wahana kemah seperti ini,” ujar Wahyu Budi Saptono MSi, Sekda Banyumas kepada selarasindo.com usai menutup acara di AKP Sabtu, 26/10.

Usai penutupan Kemah Kebhinekaan, sebagian peserta foto bersama di depan Pendapa Praba Wulan AKP, Sabtu 26/10. (SH)

Agro Karang Penginyongan (AKP) ini lanjutnya, memiliki branding atau ciri khas yakni obyek wisata yang mengangkat budaya Banyumasan yang didukung dengan rumah-rumah khas pedesaan Banyumasan baik gubug maupun Limasan dan juga Taman Sastra Ahmad Tohari yang dibangun khas berupa rumah joglo khas Banyumasan.

Tampilkan budaya khas Banyumasan.

” Untuk itu kami berhatap kedepan pada saat ada event seperti ini ditampilkan pula seni budaya Banyumas seperti : Kenthongan, Ebeg, Calung atau Lengger dan lainnya yang tidak memakan biaya begitu besar tapi bisa menghibur masyarakat luas.” ujarnya.

Selanjutnya Wahyu Budi Saptono mengatakan bahwa perhatian Pemda Banyumas amat memdukung potensi wisata. Di bidang infrastuktur, Pemda telah membangun jalan dari Purwokerto hingga Cipendok dan juga yang menuju AKP.

“Sekarang tinggal bagaimana AKP meningkatkan fasilitas dan menata infrastruktur di lingkungan sendiri. Contoh, selain peningkatan kwalitas jalan di area wisata ini juga tempat upacara, sebaiknya di lahan yang datar dan berumput sehingga lebih nyaman baik untuk upacara, kemah, api unggun, pentas seni dan lainnya dalam satu area. ” ujarnya seraya menutup bincangannya.

Seperti diketahui Pramuka Kwarcab Banyumas selama dua hari satu malam 26-27 Oktober 2019 mengadakan Kemah Kebhinekaan yang diikuti oleh Pramuka, berbagai Ormas dan  juga dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Kemah kali ini dalam rangka merajut tali persaudaraan serta mengukuhkan kesatuan dan persatuan yang  dihadiri Bupati dan Wakil Bupati bersama istri serta pejabat Forkompinda dengan total peserta sekitar 250 orang.

Bupati Banyumas Ir. Ahmad Bupati dan Wakil Bupati bersama istri bukan sebatas hadir untuk membuka acara tapi juga ikut bermalam di kemah.

Indahnya Bukit Manggalayang dan kawasan Sapi Perah.

Pagi harinya  Bupati dan jajarannya serta seluruh peserta Kah Kebhinekaan termasuk pihak pendukung bersama ikuti jogging track dengan selusur alam melewati jalan Titian Kasih menuju Bukit Manggalayang. Setelah sampai puncak,  perjalanan dilanjutkan menuju kawasan Sapi Perah di lahan milik Dinas Peternakan Kabupaten Banyumas. Selain menikmati indahnya pemandangan alam lereng Gunung Slamet bagian barat, sepanjang perjalanan mereka  tampak asyik berselfiria dan foto bersama.  (Saring Hartoyo)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.