INSAN PERS RAIH PENGHARGAAN ADINEGORO 2019-HPN 2020.

Menteri Kominfo Johnny G Plate bersama bersama tokoh Pers Ilham Bintang (Kiri) Ketua PWI sekaligus penanggungjawa Hari Pers Nasional Atal S De Pari (kedua dari kiri), AnggotabKomisi 1 DPR RI Nico Siahaan,(ketiga dari kanan), Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo (kedua dari kanan), Ketua Panitia Tetap Anugerah Adinegoro, Rita Sri Hartuti, (kanan) dalam program Indonesia Bicara bertajuk Hari Pers Nasional 2020 bersama Anugerah Adinegoro di Gedung TVRI Jakarta Senin 3/2 /2020. (AYH)

Selarasindo.com– Sebanyak  679 peserta, dari berbagai kategori karya jurnalistik ikut dalam seleksi Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019, menyambut Hari Pers Nasional 2020. 

Setelah melalui seleksi ketat dan penjurian, Rita Sri Hastuti, Ketua Panitia Tetap Karya Jurnalistik Adinegoro mengumumkan hasilnya Senin malam dalam Talk Show di TVRI “Indonesia Bicara tentang Hari Pers Nasional”.

Dalam talk Show tersebut disampaikan Rita Sri Hastuti sebagai berikut: Kategori  Indepht reporting media cetak, diraih Stefanus Teguh Edi Pramono bersama timnya  dari Majalah Tempo Devi Ernis – Andita Rahma – Raymundus Rikang. Karyanya bertajuk “Hanya Api Semata Api”  yang diterbitkan majalah Tempo 23-09-2019.

Kategori Siber diraih Muhammad Amin bersama timnya M Akhwan – Defizal – Evan Gunanzar dari Riaupos.co bertajuk “Bom Waktu di Lahan Gambut” yang diterbitkan 22-10-2019.

Kategori Televisi dimenangkan Rahdhini Ikaningrum bersama timnya Herry Fitriadie – Iqbal Himawan – Johan Pahlevi dari Metro TV berjudul ‘’Berebut Oksigen di Tambora”  yang ditayangkan televisi ini pada 09-10-2019

Kategori Radio diraih Marga Rahayu bersama timnya Supriati – Metalianda – Kamal Anshori dari LPP RRI Samarinda bertajuk “Lubang Tambang Pembawa Petaka” disiarkan pada 22-07-2019. Kategori Foto dimenangkan Affan Adenensi Riza Fathoni dari Harian Kompas berjudul “Erupsi Gunung Anak Krakatau” disiarkan 24-12-2018. Kategori Karikatur dimenangkan Djoko Susilo dari Harian Suara Merdeka berjudul​ Anak -anak terlena oleh Gadget diterbitkan 24-07-2019.

Dalam talk show berdurasi lebih kurang satu jam yang menghadirkan narasumber Menko Info Jhony G Plate, Ilham Bintang, Ketua PWI Atal S Depari, Nico Siaahaan mewakli DPR, Agus Sudibyo mewakili Dewan Pers dan Rita Sri Hastuti dari Pantap Adinegoro ini mengakui bahwa Adinegoro merupakan karya terbaik bagi pers di Indonesia yang mampu melibas sejumlah berita-berita yang cepat saji, dan digarap dengan tidak serius serta semabarangan.

‘’Jadi adinegoro yang tiap tahun meningkat ini menjadi barometer sekaligus berprestise dan berprestasi para insan pers’’, demikian yang tersirat dari 7 pembicara di Auditorium TVRI,  Senin malam.

Rita Sri Hastuti  mengatakan pemenang dipilih melalui proses seleksi. Mereka inilai para juri yang terdiri dari tokoh pers, pengamat, akademisi, dan profesional yang menguasai bidang jurnalistik.

Menurut dia, penilaian ini tak sembarangan. Pasalnya, beberapa kali penyelenggaraan Anugerah Adinegoro tidak menemukan pemenang.

“Contohnya tahun lalu (2018), untuk kategori ‘in depth reporting’ media cetak tidak diadakan pemenang karena tidak memenuhi syarat,” kata Rita.

Tahun ini, jelas Rita, lebih bagus karena sudah ada pemenangnya untuk masing-masing kategori yang dilombakan. Para juri bahkan memuji karya para pemenang.

Anugerah Jurnalistik Adinegoro tahun ini menyediakan hadiah Rp50 juta untuk masing-masing pemenang di setiap kategori, berikut trofi, dan piagam penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Penghargaan diserahkan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020. ‘’Karenanya selamat bagi pemenang karya terbaik Adinegoro tahun ini,’’ tutup Rita Sri Hastuti.(Dms/SH).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.