ABDUL KUDUS : “TERIMA KASIH UNINDRA, YANG BERPERAN AKTIF MELESTARIKAN WAYANG KULIT DI BANYUMAS.”

Abdul Kudus, Camat Banyumas saat membuka pentas wayang kulit dalam rangka Hari Jadi Banyumas ke 449 di alun-alun Banyumas Sabtu 15/2. (SH)

Selarasindo.com– Sabtu 15 Februari 2020 merupakan hari super sibuk bagi kecamatan Banyumas kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Maklum siang harinya dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Banyumas ke 449 digelar acara ritual Boyongan ke Pendopo kabupaten di Purwokerto.

Malam harinya di alun-alun. Banyumas dipentaskan wayang kulit dalang kondang tiga generasi yakni Rafi Ramadhan masih duduk di bangku SD, sang kakak Prama Riza Fadhlansyah kelas 3 SMP keduanya dari Jakarta yakni cucu Prof. H. Suamryoto (Rektor Unindra) yang berkolaborasi dengan dalang kondang dari Solo MPP Bayu Aji dengan menggelar lakon ” Wahyu Panca Darma”.

Meski sejak sore diguyur hujan, namun tidak menyurutkan animo menonton dalang cilik Rafi Ramadhan dan dalang remaja Prama Riza Fadhlansyah dari Jakarta yang berkolaborasi dengan dalang kondang MPP Bayu Aji di Alun-alun Banyumas Sabtu 15/2. (SH)

Acara dihadiri oleh rombongan Unindra dipimpin oleh Rektor Unindra Prof. Dr. H. Sumaryoto, Kepala Stasiun TVRI Jawa Tengah Roringpandey, Muspika, Kepala Desa, Gerbangma, dan tamu undangan lainnya.

“Malam hari ini masyarakat Banyumas dan sekitarnya amat bahagia karena di alun alun Banyumas ini digelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dalam rangkaian acara peringatan hari jadi Banyumas yang ke 499.” ujar Camat Banyumas Abdul Kudus mengawali sambutannya.

Pentas wayang kulit yang menampilkan dalang tiga generasi ini hasil kerjasama antara Pemda Banyumas,Unindra dan  dan TVRI Jateng.Meski sejak sore diberi berkah berupa hujan, namun para hadirin tetap semangat.

Pada kesempatan ini  ia atas nama  masyarakat Banyumaa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Unindra yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Sumaryoto yang menyenggarakan pengabdian kepada masyarakat di kecamatan Banyumas.

“Untuk kali ini merupakan pementasan wayang kulit ketigakalinya oleh Unindra di kecamatan Banyumas,” ujar Abdul Kudus.

Siang tadi panitia kami melaksanakan tradisi boyongan. Hari Jadi Banyumas ke 449 tepatnya pada tanggal 22 Februari 2020. ” ungkap pria yang baru menjabat Camat Banyumas sekitar 1, 5 bulan lalu ini.

Abdul Kudus dalam kesempatan tersebut menyampaikan terimakasih kepada Unindra atas kerjasamanya kepada semua pihak yang turut serta memeriahkan Hari Jadi kabupaten Banyumas ke 449 ini. Ias berharap kedepan bisa terjalin kerjasama yang lebih baik lagi di bidang lain lagi yang lebih baik lagi bermanfaat bagi masyarakat luas.

Selain itu Abdul Kudus juga menyampaikan terima masih kepada stasiun TVRI Jateng yang menyiarkan secara langsung (life) pentas wayang malam ini. Pentas wayang di alun-alun Banyumas yang disiarkan secara langsung ini sekaligus untuk memperkenalkan kepada masyarakat Banyumas dan sekitarnya yang merupakan bagian dalam rangka mempromosikan potensi yang ada di daerah ini.

Penggemar wayang sejak kecil.

Wayang kulit adalah kesenian yang sudah digemari sejak dulu kala.Sejak kecil saya sering diajak orang tua nonton wayang. Wayang selain sebagai tontonan tapi juga tuntunan nilai- nilai. ayahnya dulu ketika ia masih kecil sering mengajak nonton wayang agar bisa mengambil pelajaran hidup. Wayang selain sebagai tontonan tapi juga tuntunan yang mengandung nilai-nilai positip yang disampaikannya oleh ki dalang.

Gerbangmas.
Dalam kesempatan itu Abdul Kudus juga menyampaikan sosialisasi program Banyumas bersama semua komponen masyarakat yang telah sepakat membuat sebuah Gerakan Bersama Membangun Kecamatan Banyumas (GERBANGMAS).

Gerbangmas dibentuk dengan tujuan agar masyarakat Banyumas ke depan lebih maju. Dengan misi kecamatan Banyumas menjadi kecamatan wisata yang maju dan sejahtera dengan Ikon Kota Lama.

Hal ini karena Banyumas ini dulunya adalah ibu kota kabupaten sebelum pindah ke Purwokerto. Maka di Banyumas ini banyak potensi-potensi peninggalan sejarah baik secara fisik maupun non fisik yang merupakan peninggalan para pendahulur kita yang telah membuat Banyumas menjadi Rumah Besar.

” Dengan semangat ini diharapkan kebesaran Banyumas baik secara fisik maupun non fisik akan terus kita bangkitkan sehingga kedepan lebih maju.” ungkapnya lagi.

Mengakhiri sambutannya Abdul Kudus memukul gong sebagai tanda peresmian berdirinya Gerbangmas dan dimulainya pentas wayang kulit semalam suntuk.      (Saring Hartoyo)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.