MERIAHKAN “GEBYAR BUDAYA”, GADIS-GADIS CANTIK PESTASKAN TARI TRADISIONAL BANYUMASAN.

Penari cantik : Siska Pranata, Ria Safitri, Isti Khusmatul Ismaeni, dan Reza Cahya Utami, foto bersama usai pentas di Lembah Temu Agung, dalam rangkaian ‘Gebyar Budaya’ Agro Karang Penginyongan, Jumat 21/8. (SH)

Selarasindo.com–Di era modern saat ini, banyak anak muda yang kurang tertarik pada seni budaya tradisional. Bahkan banyak sudah yang bergeser ke budaya manca. Namun kita bersyukur karena masih ada anak-anak muda yang mau menekuni kesenian tradisional khususnya tari Banyumasan.

Seperti yang dipantaskan dalam acara ‘Gebyar Budaya’ di halaman Temu Agung Agro Karang Penginyongan Jumat 21 Agustus 2020 lalu. Ada dua pasang penari terdiri dari 4 gadis cantik diiringi musik kolaborasi antara musik tradisi  gending  dengan musik modern. Mereka begitu menikmati olahgerak dengan irama Banyumasan energik namun banyak mengandung makna dan bernuansa keindahan.

Reza Cahya Utami dan Isti Khomatul. (SH)
Siska Pranata  dan Ria Safitri saat tampil di AKP Jumat 21/8 (SH)

Mereka antara lain  Siska Pranata.  Gadis yang tengah kuliah di Unsoed Purwokerto jurusan Ekonomi dan Bisnis semester 3. Ia bersama temannya nari bareng di Agro Karang Penginyongan untuk mengisi Gebyar Budaya yang digelar selama sepekan 15-23  Agustus 2020 dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 75.

Usai pentas, dalam bincangannya dengan selarasindo.com Siska  mengaku gemar menari sejak masih duduk di bangku SD. Kemudian ia belajar menari di sanggar dan terus ditekuni hingga kini.

“Saya tertarik menari itu melihat di TV dan Youtube,” ujar Siska yang kelak ingin jadi pegawai Bank atau Perpajakan ini.

Isti Khusmatul Isnaeni dan Reza Cahya Utami saat tampil di Lembah Temu Agung, AKP Jumat 21/8. (SH)

Ria Safitri. Lulusan SMK Muhammadiyah 1 Ajibarang ini tinggal di desa Cikakak, Wangon. Anak pasangan Sarifudin dan Darsih ini memilih cari kerja lebih dulu sebelum melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi kelak.  Kini ia menekuni hobynya di bidang seni tari bersama teman-temannya di Sanggar Bharata Ajibarang.

Isti Khumatul Isnaeni, kelas 12 SMK Maarif NU Paguyangan jurusan  TKJ. Ia memilih sekolah di SMK dengan harapan setelah lulus isa langsung kerja. Selain itu ia juga memiliki hoby olahraga dan seni tari. Dalammenekuni dunia seni tari ia secara total.

Jumat 21 Agustus 2020 ia juga pentas bersama temanya di Agro Karang Peginyongan. Anak ke 2 dar3 bersaudara pasangan Diswo dan Tairah ini merasa senang menekuni seni tari. Baginya apa pun akan dijalani.  Barangkali kelak akan bisa menjadi jalan hidup termasuk di bidang seni budaya.

Sedangkan Reza Cahya Utami  adalah anak pertama dari 2 bersaudara pasangan Kasmudin dan Siti Rokhani yang tinggal di desa Samudera grumbul Renggong, Paguyangan. Ia kini duduk di bangku SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan kelas 12 jurusan TKJ.

Reza mengaku tertarik menekuni dunia tari sejak masih duduk di bangku SD.  Hingga kini terus rajin berlatih tari.  Ia berharap kelak hoby narinya itu bisa menjadi profesi.

“Untuk menyongsong masa depan, apapun  akan saya  pelajari termasuk seni tari. ” ujarnya. Seni tari baginya adalah  hoby sekaligus untuk melestarikan kesenian tradisi warisan leluhur agar tidak punah. “ ujar Reza lagi. (Saring Hartoyo)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.