RIYANTI SUSILONINGTYAS SPd, DI TENGAH WABAH CORONA TERUS BERJUANG DEMI ANAK DIDIK

Riyanti Susiloningtyas SPd. Guru SMK Ma’arif NU Wangon, Banyumas. (SH)

Selarasindo.com–Kepala Sekolah, guru, pengawas dan MGMP SMA –SMK dibawah naungan Ma’arif NU se kabupaten Banyumas, Jumat dan Sabtu 21-22 Agustus 2020 mengikuti Program Penguatan Kepala Sekolah MA- SMK se se kabupaten Banyumas. Acara diadakan di Pendapa Putri Kuwung ,wahana wisata edukasi Agro Karang Penginyongan (AKP) desa Karangtengah, Cilongok Banyumas.

Riyanti Susiloningtyas SPd sebagai salah satu pembawa materi mewakili kepala sekolah diwaktu senggang sempat berbincang dengan selarasindo.com.

Dia menuturkan bahwa saat ini tantangan tengah dihadapi oleh seluruh bangsa di dunia yakni adanya wabah virus Corona (covid-19). Salah satu yang terkena dampaknya adalah dunia pendidikan.

Guru dan kepala sekolah PC. LP Ma’arif NU kabupaten Banyumas adakan kegiatan di Agro Karang Penginyongan 21-22 Agustus 2020. (SH)

Agar proses belajar tetap berjalan ditengah-tengah wabah ini, pemerintah meluncurkan kebijakan yakni Newnormal. Untuk proses belajar mengajar yang sesuai dengan protocol kesehatan yakni: Memakai masker,  cuci tangan dengan sabun, duduk berjarak. Dengan protocol kesehatan tersebut maka dunia pendidikan akhirnya membuat strategi yakni menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring.

“Dengan adanya system daring ini juga berimbas kepada kebutuhan kuota pulsa. Walaupun untuk menunjang kebutuhan itu dana yang dibutuhkan cukup besar, namun yang namanya sesuatu model dan cara baru sehingga perlu adanya proses adaptasi untuk menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Hal ini amat terasa karena mayoritas siswa kami berasal dari kalangan ekonomi menengah bawah,” ujar Riyanti. Karena semua penyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan HP, sehingga memboroskan kuota masalah teknis dan lainnya

Meski  dalam melaksakanan proses pembelajaran system jarak jauh masih banyak mengalami kesulitan, namun  ia akan tetap semangat berupaya memberikan yang terbaik bagi siswa-siswinya.

“Apapun kendala yang kami hadapi, mereka adalah peserta didik yang harus mendapatkan haknya yakni pembelajaran yang mereka harapkan selama ini.” Ujarnya.

Riyanti selanjutnya mengatakan bahwa SMK Ma’arif  NU Wangon tahun ajaran 2020-2021 siswanya  sebanyak 614 dengan 44 tenaga pendidik dan kebendidikan. Untuk PNS nya hanya satu orang yakni kepala sekolah. Mayoritas guru masih tenaga honorer.

Untuk itu ia berharap perhatian pemerintah agar guru sekolah swasta (Yayasan) diperjuangkan untuk diangkat menjadi PNS. (Saring Hartoyo)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.