EBEG ‘DANGER’ BANYUMAS, BUKAN TONTONAN BIASA.

Grup Ebeg ‘Danger’ saat pentas di Lembah Temu Agung, AKP Minggu 30/8. (SH)

Selarasindo.com–Banyumas memiliki berbagai seni tradisional unik.  Salah satunya adalah Ebeg atau kuda lumping. Seni tari dengan aneka performen seperti cepet, penthul bahkan ada barongan yakni seperti harimau besar yang didalamnya dua pemain depan dan belakang.

Grup Ebeg Danger saat pentas di Lembah Temu Agung AKP Minggu 30/8. (SH)

Saking uniknya, bukan hanya dari penampilan tapi juga ekspresi. Adegan tidak wajar juga ada di pentas seni Ebeg. Jika pemain sudah kerasukan, ada yang makan beling (pecahan kaca), bamba atau kayu api, kembang menyan dan lainnya. Itulah seni Ebeg Banyumasan.

Salah satu diantara adalah grup ebeg Danger dari desa Tumiyang kecamatan Cilongok Banyumas, yang salah satu penggagas pendirinya adalah Monde.

Monde salah satu pendiri grup Ebeg Danger yang juga scurity AKP (SH) pada

Grup ebeg Danger (dudu dolanan biasa) bukan permainan biasa dari Banyumas. Yang didirikan lima tahun lalu.

” Saat itu banyak pemain Ebeg dari berbagai wilayah yang sudah pada berhenti. Tapi anggotanya masih semangat untuk bermain Ebeg. Sehingga mereka kami tampung dan diberi nama Danger,” ujar Monde (Mono Supratikno) salah satu pendiri Ebeg Danger yang juga scurity AKP ini.

Monde bukan sebatas hoby tapi sekaligus menguasai ilmu spiritualnya. Jika ada pemain yang kesurupan dia bisa menyembuhkan sehingga ia adalah orang yang dituakan didalam seni Ebeg atau kuda lumping ini.

” Dulu teman teman kalau ingin bermain ebeg, ikut nimbrung ke grup lain yang lagi pentas. Hal ini karena main kuda lumping atau ebeg sudah mendarah  daging. Nah dari pada  mereka bingung akhirnya kami tampung dan buat wadah sendiri yang diberi nama grup ebeg Danger, ” ujar Monde lagi.

Akibat Corona sepi pentas.

Grup Ebeg Danger sebelum ada virus Corona sering diminta tampil diberbagai acara. Dalam rangkaian peringatan ke 75 Kemerdekaan RI ini, Agro Karang Penginyongan mengadakan acara Gebyar Budaya. Salah satunya mementaskan grup seni Ebeg Danger yang digelar di Lembah Temu Agung AKP Minggu 30/8.

Pementasan ebeg Danger mendapat respon luar biasa masyarakat sekitar. Terbukti mulai dari anak-anak hingga orang tua madati area wahana wisata edukasi yang populer di eks karesidenan Banyumas ini.

Dikatakan oleh Monde bahwa grup ebeg Danger sedikitnya melibatkan 50 orang mulai dari penari, pengrawit, sinden, penimbul, soundsistem dan lainnya. Dengan adanya grup Ebeg ini maka sedikit banyak ikut membantu perekenomian mereka.

Seni tradisi warisan leluhur ini menurutnya agar tidak punah harus dilestarikan. Oleh karena itu ia berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan dan membantu para pelaku seni.

Dan ia juga amat berterimakasih kepada Pak Liem Koeswintoro         (owner AKP) yang begitu mencintai dan memberikan  kesempatan kepada grup grup seni tradisional  dan berkenan mementaskannya di AKP ini. (Saring Hartoyo)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.