EBEG ‘GARUDA MAS BATUR GUNUNG’ KOLABORASIKAN DENGAN REOG PONOROGO.

Ebeg Garuda Mas Batur Kencana pentas di AKP kolaborasikan dengan seni Reog Ponorogo, Minggu 13/9. (SH)

selarasindo.com– Dalam rangka ikut melestarikan seni budaya warisan leluhur, sejak Agustus 2020 lalu, Agro Karang Penginyongan (AKP) wahana wisata edukasi di desa Karangtengah, Cilongok Banyumas ini  setiap hari Minggu menyajikan hiburan seni tradisional Ebeg atau Kuda Kepang.

Pementasan kesenian khas Banyumas ini ternyata mendapat respon luar biasa bagi masyarakat sekitarnyamaupun pengunjung dari luar. Hal ini terbukti banyaknya penontonmulai darianak-anak,remaja hingga orang tua.

Meski sempat diguyur gerimis, penonton tetap antusias dan bertahan. (SH)

Seperti pada Minggu 13 September 2020, pengunjung disuguhi pementasan Grup Ebeg Garuda Mas Batur Gunung dari desa Pasir Kulon Karanglewas. Penampilan grupebeg yang satu ini agak berbeda dengan lainnya. Dimana penonton bukan hanya disuguhi tarian barongan, tapi juga dikolaborasi dengan seni Jawa Timur yakni Reog Ponorogo serta pertunjukkan ekstrim seperti dipukul dengan neon, makan beling dan lainnya. Saking antusiasnya, cuaca hujan gerimispun penonton tetap bertahan dengan menggunakan payung dan alat pelindunglainnya hingga pertunjukkan usai.

Zaenal Abidin, Ketua Grup Ebeg Garuda Mas Batur Gunung, Karanglewas, Banyumas. (SH)

Di persiapan pertunjukkan, Zaenal  Abidin ketua Grup Garuda Mas Batur Gunung sempat berbincang dengan selarasindo.com.

Ia menuturkan bahwa  Group Ebeg Garuda Mas Batur Gunung . Grup ini  berdiri sejak 8 tahun  lalu (2012). Hingga saayt ini sudah pentas di berbagai  daerah.  Bahkan sering diminta untuk tampil di  Jawa Timur seperti di Sidoarjo, dan dalam waktu dekat ini di Malang.

Mengapa diberi  nama  Garuda Mas Batur Gunung? Menurut Zaenal, nama ini diambil dari  keberadaan lingkungan tempat tinggal yakni di daerah pegunungan.  Gunung harus diberi batur atau benteng, biar awet dan langgeng sampai kapan pun.

“Di Baturaden ada nama Mbah Batur yang petilasannya  sampai sekarang masih ada.Itulah yang membuat grup Ebeg ini diberi nama Garuda Mas Batur Gunung.” ujarnya.

Jika sebelumnya grup ebeg ini anggotanya 150 anak, namun  saat ini tinggal 40 orang,  dari kalangan remaja hingga dewasa  15 tahun hingga 50 tahun lebih.

Ketika ditanyakan berapa biaya  sekali pentas, Zaenal  tidak bisa menentukan karena  ada yang menangani itu.

”Kalau saya tidak boleh bertransaksi. Itu ada yang mengurusi. Selain itu grup ini juga tidak memaksakan harus bayar  berapa. Asal sudah bisa membiayai pesta saja sudah cukup,” ujarnya.

Group Ebeg Garuda Mas Batur Kencana  selain penari juga pemain ebeg, Reog dan lainnya. Pemain juga disediakan dengan berbagai sesaji yang dibutuhkan bagi yang mengalami kerasukkan.

Dengan ebeg mendem (kerasukkan) ini bisa sanyamelakukan  sesuatu yang diluar nalar. Seperti dicambuk, makan beling dan lainnya. Itulah pentingnya grup ebeg harus memiliki penimbul atau sesepuh yang memimpin selama jalannya pementasan. (Saring Hartoyo)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.