UNIKNYA GRUP “TEATER JANUR”, KOLABORASIKAN EBEG, PUISI DAN TEATER.

Kuda Kepang ‘Teater Janur’ pimpinan Cueng saat pentas di Taman Andang Pangrenan Purwokerto beberapa waktu lalu. (Ist)

Selarasindo.com–Sugeng Santoso atau biasa disapa dengan panggilan akrab Cueng (58), seniman ebeg  dari  desa Sawangan  RT4. RW 2 Kecamatan Sokanegara Banyumas.

Pria yang satu ini mendirikan Grup Kuda adalah pendiri Group  Kuda Kepang atau Ebeg “Teater Janur” yang cukup populer di Banyumas dan sekitarnya.  Berdiri pada tahun 1981 atas inisiatip sendiri. Hobynya di bidang seni kuda kepang atau ebeg ini atas warisan orang tuanya yang juga penggemar ebeg. Kegemarannya diwarisi dari orang tua yang diturunkan kepadanya.

Kini anggotanya sebanyak 25 orang terdiri dari penari, pembaca pusisi, pemain teater, pengiring dan lainnya. Grup ebeg ini sering pentas di  berbagai wilayah di Banyumas. Diantaranya pentas di Kandang Pangrenan dan lainnya. Ciri khas digabungkan denganteater puisi  dan ebeg.

Selain memimpin Grup Ebeg “Teater Janur”  ia juga mendapat  amanah sebagai Ketua Paguyuban Kuda Kepang kabupaten Banyumas (Pakumas) yang  kini beranggota 300 grup dari 27 kecamatan di kabupaten Banyumas.

Banyumas memiliki aneka jenis ebeg unik,

Daerah Banyumas dalam kesenian ebeg memiliki ciri khas yang lain dan unik. Diterakhir pertunjukkan biasanya ada adegan Mendem Bersama atau Pesta Mendem atau trance (kerasukan) bersam. Menjelang selesai acara pertunjukan, para pemain ebeg dan group ebeg lainnya yang termasuk dalam Komunitas Ebeg Banyumas menari-nari mengikuti irama kemudian kerasukan. Karena yang kerasukan penari dari berbagai group ebeg sehingga terlihat seperti pesta mendem. Bahkan yang mendem atau kerasukkan buhan hanya dari gri anggota grup itu swendiri, tapi banyak pemain ebeg dari luar yang menonton ikut mendem atau kerasukkan. Begitunpula saat pentas ebeg Tetaer Janur.

Namun Ebeg Teater Janur memiliki keunikan tersendiri yang disukai masyarakat. Karena perkumpulan Komunitas Ebeg Banyumas tersebut sangat kuat sehingga jika group Ebeg Teater Janur mengadakan pertunjukan di suatu daerah maka group-group ebeg dari daerah lain berdatangan menantikan acara mendem bersama tersebut dan anehnya group ebeg tersebut membawa penimbul (pawang ebeg) sendiri-sendiri.

Perkembangan kesenian tradisional ebeg di Kabupaten Banyumas sangat bagus, karena di Banyumas kesenian ebeg tertampung dalam suatu wadah yang disebut Komunitas Ebeg Banyumas, di mana dalam Komunitas tersebut membawai 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas. Keberadaan Komunitas Ebeg Banyumas sudah mendapat ijin dari Dinas Pariwisata Kabupaten Banyumas. Ebeg Teater Janur di Purwokerto Selatan ini merupakan salah satu anggota yang termasuk dalam paguyuban atau Komunitas Ebeg Banyumas.

Tanggapan masyarakat di dalam maupun di luar Kabupaten Banyumas sangat baik dan membanggakan bagi kesenian tradisional ebeg di Kabupaten Banyumas yang telah terkordinir dalam suatu wadah. Hal ini dibuktikan banyaknya penonton dari Kabupaten lain seperti Cilacap dan Purbalingga yang sengaja menonton even ini.

Butuh bantuan pemerintah.

Dikatakan  oleh Cueng, dalam upaya pelestarian kesenian ebeg Banyumas  ini terkadang masih terkendala oleh masalah perijinan.  Dengan alasan karena pentas ebeg  ini mengundang massa. Selain itu karena pihak pemberi ijin kadang belum tahu latar belakang  grup  ebeg tersebut.

“Inilah yang jadi kendala bagi kami. ” ujarnya lepada selarasindo.com ketika ditemui saat mengunjungi pentas Ebeg Garuda Mas Batur Gunung di wahana wisata Agro Karang Penginyongan, desa Karangtengah, Cilongok Banyumas. Minggu 13/9 selanjutnya menuturkan.

“Kalau untuk ijin pendirian grup ebeg tidak sulit. Tapi yang sulit waktu ini jin pentasnya,”  ungkapnya.

Selanjutnya ia berharap agar pemerintah mempermudah kegiatan berkesenian seperti kuda kepang ini. Sukur-sukur juga ada bantuan seperti seragam, gamelan dan lainnya,” tuturnya

Ketika ditanyakan tentang bantuan dari pemerintah kepada grup seni kuda kepang atau ebeg ia menuturkan kalau mengajukan bantuan  waktunya lama sekali. Bahkan terkadang belum tentu cair.

“Kita sudah bikin proposal pengajuan, mungkin di sana hanya ditumpuk saja,” ujarnya lagi.

Swadaya.

Dalam rangka melestarikan seni budaya ebeg, Cueng sendiri sudah 4 kali mengadakan  Festival Ebeg. Untuk membiayai penyelenggaraa festival tersebut dengan swadaya dengan cara iuran dan minta sponsor dari perusahaan swasta.

Festival diadakan di berbagai tempat diantaranya di  Cilongok, Purwokerto dan kecamatan Sumbang. Setiap festival kuda kepang yang dibuka secara bebas  tidak tergantung dalam rangka peringatan hari apa. Biasanya diikuti sekitar 15 grup dari berbagai kecamatan di kabupaten Banyumas  ini bersifat mandiri tidak  tergantung dari bantuan pemerintah. (Saring Hartoyo)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.