SMP NEGERI 1 NUSAWUNGU TERPILIH SEBAGAI PILOT PROJECK PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI SAAT NEWNORMAL.

Gedung SMP Negeri 1 Nusawungu kabupaten Cilacap- Jawa Tengah. (SH)

Selarasindo.com– Pandemi Corona (Covid-19) berdampak luas termasuk di dunia pendidikan. Jika semula dengan pembelajaran tatap muka di ruang kelas, dengan adanya covid-19 diubah dengan sistem pembelajaran jarak jauh memalui internet (daring).

Pola pendidikan daring hanya bersifat sementara disaat Pandemi Covid-19 saja.  Oleh karenanya, setelah situasi kembali normal, akan diberlakukan pembelajaran tatap mula seperti biasa.

H.Suharsono SPd.MPd. Kepala SMP Negeri 1 Nusawungu- Cilacap Jawa Tengah. (SH)

Namun oleh banyak pihak bahwa pola pendidikan daring ini dirasa kurang efektif karena antara siswa dan guru berjauhan.

Padahal untuk kembali kepada sistem pendidikan pada situasi normal maupun newnormal ternyata tidaklah mudah. Maka sebelum pemerintah memutuskan untuk kembali seperti semula perlu adanya pilot Projeck atau sekolah percontohan.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama yakni dari Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan, maka Dinas Pendidikan kabupaten Cilacap tengah mempersiapkan 1 kecamatan minimal satu sekolah percontohan. Dan SMP Negeri 1 Nusawungu terpilih sebagai sekolah menengah pertama mewakili kecamatan Nusawungu.

Oleh karenanya sekolah ini tengah mempersiapkan baik secara teknis, administratif maupun mekanisme penerapan pembelajaran tatap muka di saat Pandemi Covid-19 ini.

Diantaranya, setiap individu menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan satu sama lain berjarak. Ketentuan ini berlaku baik bagi siswa, tenaga pendidik dan kependidikan.

” Protokol kesehatan mulai dari siswa, guru dan karyawan yang datang dites suhu badannya. Jika diatas 37,3 ° dibawa ke Puskesmas untuk pemerikasaan lebih intensif. Bagi yang dibawah 37,3° mengikuti mapel di ruang kelas dan dipantau terus hingga pulang,” ujar H. Suharsono SPd.MPd, Kepala SMP Negeri 1 Nusawungu, kabupaten Cilacap Jawa Tengah dalam bincangannya dengan selarasindo.com diruang kerjanya Sabtu 26/9.

Agar siswa di ruang kelas berjarak,  maka jika kapasitas satu ruang kelas 32 siswa maka dibagi dua yakni maksimal 16 siswa. Untuk itu proses pembelajaran di satu ruang kelas dibuat dua sip. Satu sip selama 2 jam terdiri dari 2 mata pelajaran. Sip pertama dari pukul 7.00-9.00 WIB dan sip kedua dari pukul 10.00-jam 12.00 WIB.

Sebagai sekolah percontohan, Suharsono kini tengah melengkapi berbagai persyaratan baik admistrasi, SDM, maupun sarana dan prasarananya.

Empat syarat pembelajaran tatap muka di saat Pandemi Covid-19.

Menurut surat keputusan bersama 4 Menteri bahwa kegiatan pembelajaran di sekolah secara tatap muka disaat Pandemi Covid-19 ini hanya berlaku untuk zona kuning.

Keputusan zona hijau suatu daerah berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Syaratan kedua, jika pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin pembukaan sekolah.

Ketiga, pembukaan kegiatan belajar secara tatap buka bisa dilaksanakan jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka.

Persyaratan keempat, orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Meskipun sekolah telah memenuhi ketiga syarat pembukaan sekolah, orangtua berhak memutuskan anaknya akan ikut belajar tatap muka di sekolah atau tidak.

“Sekolah tak bisa memaksa siswa untuk belajar tatap muka jika orangtua merasa tak aman. Murid bisa belajar dari rumah. Meskipun tidak banyak, tapi ada beberapa orang tua yang tidak mengijinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka di saat covid seperti saat ini, “ujar Suharsono lagi.

Surat Keputusan Bersama 4 Menteri tersebut disusun berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan para ahli seperti epidemiolog, dokter, dan pihak-pihak lain.

Oleh karena terpilih sebagai sekolah percontohan, Suharsono yang sebelumnya memimpin SMP Negeri 3 Kroya dan sejak Juli 2019 mendapat amanah memimpin sekolah ini, kini tengah mempersiapkan berbagai ketentuan dan persyaratannya sambil menunggu pemberlakuan proses pembelajaran tatap muka dari pemerintah. (Saring Hartoyo)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.