SUDIRMAN SPd.MM: “PENDIDIKAN MEDIA PENGABDIAN BAGI PENERUS BANGSA.”

Sudirman SPd.MM. Kepala SMP Negeri 3 Kroya. (SH)

Selarasindo.com–Sejak 10 Juli 2019, Sudirman SPd MM, mendapat amanah memimpin SMP Negeri 3 Kroya, kabupaten Cilacap-Jawa Tengah. Sebelumnya selama 8 tahun ia menjabat Kepala SMP N 2 Nusawungu.

Di SMP. Negeri 3 Kroya yang tahun ajaran 2020- 2021 siswanya sebanyak 768 ini, ia terus bekerja keras demi anak didiknya meraih prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.

Sudirman SPd MM Kepala SMP Negeri 3 Kroya (Kaos putih) foto bersama guru dan karyawan. (SH).

Namun, di awal tahun 2020 ini dunia tengah dilanda wabah virus Corona (Covid-19) yang menurut Sudirman, dampaknya di dunia pendidikan sangat luar biasa.

Pada saat normal datang kesekolah bertemu tenaga guru  dan siswa dengan riang gembira. Namun dengan adanya Covid-19 ini, ia menjadi sedih.

“Biasanya di sekolah saya bertemu guru dan anak didik, bisa bersendau gurau. Namun dengan Covid -19 ini ketika saya keliling menengok ruang kelas, yang ada hanya bangku dan kursi ‘bisu’.” ujar Sudirman SPd.MM dalam bincangannya  dengan selarasindo.com ketika ditemui di ruang kerjanya Rabu 30/9.

Kedua lanjutnya, diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) oleh Kemendikbud tersebut sekolah ini juga amat mematuhinya. Hal ini demi menjaga agar  baik siswa maupun guru tidak terkontaminasi virus Corona.

“Kami juga terus berupaya agar siswa tidak belajar berkelompok.  Selain itu kami juga tidak menugaskan guru keliling. Hal ini untuk menghindari barangkali ada guru tertular atau yang dikhawatirkan menularkan virus Corona,” ujar pria yang memiliki hoby musik ini lagi.

Agar proses pembelajaran berjalan maksimal Sudirman mengambil jalan tengah yakni seperti  model pembelajaran SMP Terbuka dengan pengawasan digital. Yakni Guru BP dan guru lainnya terus melakukan pemantauan jarak jauh melalui IT.

” Saya sendiri juga sering melakukan pemantauan melalui Video call,” ujar Sudirman lagi.

Dengan pemantauan intensif, pembelajaran sistem daring berjalan dengan baik. Diakui ada keluhan yang disampaikam oleh wali murid kepada sekolah. Orang tua ada yang hanya memiliki satu HP tapi untuk pembelajaran semua anak-anaknya sehingga kadang mengalami kesulitan. Namun semua bisa diatasi dengan berbagai solusi.

Siswa mengikuti pembelajaran daring sesuai jadwal yang ditentukan oleh sekolah. Demikian pula guru dan kepala sekolah hadir di sekolah tepat waktu sesuai dengan jadwal.

Ruangan ini tengah disiapkan sebagai tempat latihan pentas seni dan budaya.  Di ruang sebelah tengah dibangun studio musik sekaligus dapur rekaman (SH)

Studio rekaman.

Sudirman adalah sosok pendidik yang memiliki perhatian besar terhadap potensi siswa yang memiliki bakat dan minat di bidang seni budaya maupun olahraga. Oleh karenanya ia tengah mempersiapkan ruangan untuk latihan seni baik drama, tari maupun musik. Bagi anak didik yang berpotensi di bidang olah vokal, ia kini tengah menyiapkan ruang khusus untuk studio rekaman lengkap dengan alat musik seperti : Orgen, Gitar, Dram dan lainnya termasuk soundsistem.

Pendidikan sebagai media pengabdian.

Bagi Sudirman SPd MM, dunia pendidikan merupakan media pengabdian bagi generasi penerus bangsa.

Pria kelahiran 5 Januari 1962 ini adalah anak bungsu dari 6 bersaudara pasangan keluarga Asmadiwirya (Ki dalang Rono)  dan ibu Nasem yang tinggal di desa Danasri, Nusawungu Cilacap.

Ia mengaku tertarik untuk menggeluti dunia pendidikan termotifasi oleh sang ayah yang selalu mengatakan bahwa orang hidup itu bermula dari olah pikir dan olahrasa.

Setelah dicermati lebih jauh akhirnya ia berpendapat bahwa hidup ini erat kaitannya dengan dunia pendidikan.

Hidup perlu pengetahuan yang didapat melalui pembelajaran. Dari dasar pemikiran itu kemudian ia mulai tertarik untuk terjun ke dunia pendidikan.

Sudirman tamat SMEA YPE Kroya tahun 1978-1979. Tahun 1980 ia mulai mengabdi di SMP YPE Nusawungu. Dalam waktu yang sama ia sambil sekolah PGSMTP (1983-1984). Tahun 1985 ia  mengikuti ujian PNS dan lulus. Pada tahun 1986 ia mendapat SK PNS.

Untuk bisa mengikuti pendidikan D2, terlebih dulu ia mengikuti ujian D1 di Semarang dan lulus. Kemudian ia melanjutkan kuliah D2 di Universitas terbuka. Saat itu untuk D2 mendapat waktu 5 semester. Karena totalitasnya dalam mengikuti perkuliahan,  Sudirman hanya butuh waktu 3 semester dan tahun 1994 berhasil meraih program D2.  Tahun 1995 ia masuk perguruan tinggi Ciamis untuk meraih S1 di Universitas Galuh (UNIGAL). Dengan mengajar sambil kuliah, pada tahun 2012 ia berhasik meraih pendidikan S2.

Adapun perjalanan kariernya di dunia pendidikan selanjutnya pada tahun 2003 dari SMP YPE Nusawungu ia dimutasi sebagai tenaga pendidik di SMP Negeri 3 Kroya.

Tahun 2008 ia mendapat amanah sebagai Kepala SMP N1 Bantarsari sampai tahun 2011. Dari Bantarsari ia dimutasi untuk memimpin SMP N2 Nusawungu hingga Juli 2019.

Sejak 10 Juli 2019 hingga kini ia memimpin SMP Negeri 3 Kroya dimana dia dulu mengabdi di sekolah ini. (Saring Hartoyo)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.