SEKILAS BERBINCANG DENGAN ALONA, PENGELOLA ROEMAH MARTHA TILAAR.

Alona Ong, Operasional Menejer (OM) Roemah Martha Tilaar.

Selarasindo.com– Wanita yang satu ini sejak tahun 2 tahun lalu mendapat amanah sebagai Operational Manager (OM) Roemah Marthta Tilaar di jalan Sempor lama No 28 Gombong-Kebumen Jawa Tengah.

Siang itu ia tampak sibuk. Maklum tempat ini tengah menggelar pameran lukisan dari bahan cat dan mozaik (keramik) karya Ansori seniman kondang dari Gombong. Pameran selama 4 hari (24-28 Oktober 2020) ini dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Roemah Martha Tilaar Jl Sempor lama No 28 Gombong.(SH)

Meski nampak sibuk wanita familiar ini masih bersedia menyempatkan waktunya untuk berbincang dengan selarasindo.com seputar Roemah Martha Tilaar ini.

Dikatakan oleh Alona bahwa Roemah Martha Tilaar ini dibangun pada tahun 1920. Namun dijadikan museum dan rumah budaya sejak tahun 2015 lalu. Bangunan di atas lahan seluas 1800 m2 ini berada di sebelah timur pasar Gombong.

Roemah Martha Tilaar dengan nuansa, bangunan dan perabotan masa lalu. (SH)

Pengunjung yang hadir di sini selain masyarakat umum dari berbagai kota juga dari kalangan pelajar.

” Namun dengan adanya Pandemi Covid-19 ini pengunjung agak menurun,” ujar wanita dengan nama lengkap Alona Ong atau yang biasa dengan panggilan akrab Alona ini.

Pada tahun 2012, Ibu Martha Tilaar merekonstruksi rumah orangtuanya di Gombong tersebut. Hal ini untuk kembali membangkitkan kenangan lama sekaligus untuk pemberdayaan masyarakat sekitar.

Kini Roemah Martha Tilaar dijadikan Museum dan Roemah Budaya sebagai wadah berbagai kegiatan sosial sekaligus mengangkat budaya lokal.

Bangunan yang terdiri dari 3 bagian, yaitu 1 gedung utama dan 2 paviliun di kanan kirinya memiliki dua fungsi utama. Fungsi pertama sebagai destinasi wisata inspiratif. Wisatawan yang hadir dapat menambah pengetahuan mengenai budaya dan kehidupan masa lalu sekaligus mendapatkan inspirasi dari perjalanan hidup seorang Martha Tilaar.

Baik desain gedung maupun perlengkapan rumah tangga seperti mebel, almari dan lainnya adalah model masa lalu sehingga pengunjung lansia mengenang masa kecilnya dulu.

Salah satu lukisan karya Ansori dengan obyek 7 Presiden RI, mulai dari Ir. Soekarno hingga Ir. Joko Widodo yang digelar dalam pameran memperingati Hari Sumpah Pemuda di Roemah Martha Tilaar, Gombong (24-28 /10) (SH)

Pameran lukisan.

Sebagai rumah budaya, tempat ini juga sering digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pameran lukisan yang digelar dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020.

Pameran yang berlangsung dari 24-28 Oktober 2020 menggelar karya Ansori, seniman asal Gombong yang memajang 40 karya lukisan cat dan mozaik.

Suasana acara pembukaan pameran lukisan & mozaik karya Ansori di Roemah Martha Tilaar, Gombong 24/10.(SH)

Pembukaan pameran oleh Dinas Pariwisata kabupaten Kebumen dihadiri tokoh seniman dari Solo, Jogja, Semarang, Jakarta, Kebumen dan sekitarnya. Yang membanggakan lagi, pameran ini juga dihadiri oleh Direktur Art Galery Sapto Hudoyo yakni Yani Sapto Hudoyo yang juga mengoleksi karya Ansori. (Saring Hartoyo).

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.