LESTARIKAN SENI BUDAYA BANYUMAS, GRUP EBEG ‘ARUM LUNGGUH SETIYO’ PENTAS DI AKP.

 

Grup Ebeg Arum Lungguh Setiyo pentas di AKP Minggu 1/11. (SH)

Selarasindo.com– Indonesia sebagai negara besar dengan aneka budaya, dimana Keberagaman budaya yang kita miliki ini patut dijaga agar  budaya tersebut tidak diklaim oleh negara lain. Oleh karenanya Setiap budaya yang ada di negeri ini wajib menjadi tang­gungjawab kita untuk dilestarikan.

Generasi penerus yang peduli terhadap pelestarian budaya warisan leluhur adalah Slamet Supriyadi (39). Pria yang tinggal di desa Sudimara kecamatan Cilongok Banyumas ini pada tahun 2017 lalu bertekad mendirikan grup kuda kepang atu Ebeg yang diberi nama ‘Arum Lungguh Setiyo’.

Imam, Slamet Supriyadi (Ketua), Ali Suwarno dan Suyatno sesepuh Grup Ebeg Arum Lungguh Setiyo Cilongok. Banyumas (SH)

Dikatakan oleh Slamet Supriyadi saat bincang dengan selaraaindo.com jelang pentas di wahana wisata edukasi Agro Karang Pengiyongan ia menuturkan, saat itu anak muda penggemar dan tertarik belajar seni Kuda Kepang atau ebeg belum terorganisir.

” Waktu itu masih dalam wadah komunitas Ebeg bernama Pecinta Seni Budaya (PSB). Saat itu masih liar atau belum ada yang mengorganisir. Ibarat sapu lidi belum ada pengikatnya.” ujar Supriyadi.

Setelah terbentuk kepengurusan, kemudian diberi nama grup Ebeg ‘Arum Lungguh Setiyo’.  Yang artinya, bertekad mengharumkan kesenian Banyumas.

Anggotanya sebanyak 30 orang mayoritas anak muda usia antara 18-20 tahun. Mereka berasal dari desa Semedo, Manuk Siu, Sawangan, Sawangan Jingkang, Pageraji, Sanggreman.

Sedangkan pengrawit saat ini masih minta bantuan dari desa Cikidang.

” Karena hingga saat ini kami belum punya gamelan.” ujar Supriyadi lagi.

Meski masih dalam perjuangan, namun Grup Ebeg yang dipimpinnya sudah pentas di sejumlah desa untuk keperluan hajatan maupun perayaan narinasional.

Kami masih membutuhkan gamelan, pakaian maupun perlengkapan ebeg seperti barongan, pakaian seragam dan lainnya  ” Meski sudah ada tapi sudah kurang layak sehingga perlu yang baru.” ujarnya lagi.

Selain sebagai ketua Slamet Supriyadi  juga  merangkap sebagai penimbul, pendamping, dan merangkap juga sebagai bendahara. Diakui bahwa sebagai sesepuh grup ebeg bukan sembarangan orang.

Masyarakat Cilongok dan sekitarnya nikmati seni ebeg ‘Arum Lungguh Setiyo” di AKP Minggu 1/11 (SH)

Supriyadi mengaku tertarik untuk mendalami dan melestarikan kesesnian yang dikenal mengandung mistik itu oleh diwarisi oleh sang kakek.

Meski usianya masih relative masih muda namun juga tekun dalam menekuni upacara ritrual atau semedi.

Supriyadi mendapat keturunan di bidang seni kuda kepang atau ebeg ini dari sang kakek Martasan tinggal desa Pasir kecamatan Karanglewas. Ia tertarik melestarikan seni ebeg ini karena merasa punya tanggungjawab ikut melestarikan seni budaya warisan leluhur.

Sebagai pemimpin grup Ebeg baginya belum jadi profesi tapi merupakan langkah perjuangan. “Karena untuk latihan saja masih patungan dengan anggotanya.” ujarnya lagi.

Sedang untuk keperluan sehari hari, ayah 2 anak ini selain berprofesi sebagai sopir juga berdagang.

Butuh bantuan pemerintah.

Untuk melestarikan kesenian tradisional ini kepada pemerintah, Supriyadi  selain mengharapkan pengakuan keberadaannya, pemerintah juga sudi kiranya untuk memberikan bantuan baik perlengkapan, pelatihan dan biaya oprasional lainnya.

Apalagi di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini jarang sekali pentas. Untuk itu maka pada Minggu 1 Nopember 2020, grup Ebeg ‘Arum Lungguh Setiyo’ ini pentas atau “Ngamen”di Lembah Temu Agung Agro Karang Penginyongan.  Pentas di AKP ini mendapat masyarakat penggemar Ebeg. Meski di terik matahari yang membanggakan,  pengunjung yang mayoritas dari anak muda terus berdatangan.

Bersatu-padu.

Sejumlah tokoh seni ebeg di Banyumas yang siang itu bergabung untuk memeriahkan pentas ebeg ‘Arum Lungguh Setiyo’ pimpinan Slamet Supriyadi ini antara lain Ali Warno (50) sebagai penimbul. Suyatno (45) pendamping. Imam (39) penimbul. Mereka amat mencintai seni tradisional ebeg. Oleh karena itu mereka bersatu padu untuk terus mementaskan kesenian ini agar dikenal dan kemudian dicintai oleh anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. (Saring Hartoyo).

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.