DWI DARWATI SPdI, ANTISIPASI DAMPAK COVID-19, PILIH GELAR ACARA DI WAHANA WISATA SEHAT.

Dwi Darwati SPdI, Kepala TK Aisiyah 2 Ajibarang. (SH)

Selarasindo.com–Pendapa Praba Wulan wahana wisata edukasi yang berada di desa Karangtengah Cilongok Banyumas, Jumat 13 Nopember 2020 dikunjungi sekitar 40 tamu terdiri dari pengurus Himpaudi, IGTKI,  IKG, dan dari Korwilcam Ajibarang.

Kehadiran rombongan insan pendidik ini dalam rangka pelepasan Korwilcam Ajibarang yakni Suharto SPd yang pada 1 Nopember 2020 telah memasuki masa purna tugas atau pensiun.

Usai acara pelepasan, para guru nikmati indahnya pemandangan, sejuknya udara dan suasana alami di Lembah Temu Agung Agro Karang Penginyongan. (SH)

Dalam kesempatan tersebut Dwi Darwati SPdI Kepala TK Aisyah 2 Ajibarang Kulon yang juga ketua panitia kepada selarasindo–com menuturkan, bahwa di tengah Pandemi COVID -19 ini ia ingin mengadakan acara ditempat yang sehat, jauh dari kebisingan, udara  sejuk, asri, indah dan berbagai fasilitas yang dibutuhkan sudah tersedia.

“Maka acara pelepasan ini kami pilih di Agro Karang Penginyongan,” ujar ibu guru yang juga ketua IGTKI Ajibarang ini.

Dikatakan bahwa tempat ini pemandangannya indah sehingga teman-teman guru bisa menikmati view yang hijau sehingga suasanya sangat mendukung.

Dalam situasi covid-19 saat ini dimana semua kegiatan harus mentaati protokol  kesehatan yang membutuhkan udara sehat. Dan hal itu ada di Agro Karang Penginyongan yang berada di ketinggian 650 meter DPL yang berada di barat daya Gunung Slamet.

Sesaat sebelum pulang, guru guru TK dan Himpaudi Ajibarang foto bersama Suharto SPd di depan Pendapa Praba Wulan (AKP), Jumat 13/11. (SH)

Pembelajaran di era covid-19.

Ketika ditanyakan bagaimana proses pembelajaran bagi siswa TK di tengah Covid-19 yang hingga kini belum reda.  Dwi menuturkan, awal wabah Corona muncul, ia mendapat surat edaran Dinas Pendidikan. Waktu itu guru boleh mendatangi ke kelompok peserta didik yang ada di satu RT atau satu grumbul.

Namun setelah berjalan tiga bulan  yakni pada bulan Mei 2020, kondisi semakin parah sehingga ada instruksi bahwa pembelajaran diberikan secara total dengan menggunakan sistem daring atau pembelajaran jarak jauh melalui media online.

“Ada yang lewat whassup, zoom maupun Googlemap.” ujar Dwi Darwati lagi.

Dengan pembelajaran sistem daring ini membuat para guru harus keluar dari zona nyaman. Jika dalam situasi normal anak-anak berkumpul di sekolah, dengan system daring ini guru-guru harus berhadapan dengan IT.

“Para guru harus menguasai IT untuk mengajari anak lewat jaringan. Dan itu membutuhkan proses.” ujar Dwi lagi.

Adapun kendala yang dihadapi hingga kini  menurutnya di kecamatan Ajibarang ada beberapa desa yang belum terjangkau oleh jaringan internet antara lain desa Sawangan Jingkang dan desa Kracak. Di dua desa tersebut hampir tidak ada jaringan internet. Untuk itu Dwi berharap, jaringan internet segera menjangkau daerah tersebut. (Saring Hartoyo)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.