MAHASISWA IAIN PURWOKERTO ADAKAN MASTAMU DI AKP.

Mahasiswa IAIN tengah melaksanakan kegiatan MASTAMU di Pendapa Praba Wulan- AKP, Sabtu malam 21/11. (Nsm)

Selarasindo.com–Relik Sulistyo Mahasiswa IAIN Purwokerto Fakultas  Dakwah jurusan Menejemen Dakwah Semester 5, Sabtu  21 Nopember 2020 memboyong rekan2nya ke Agro Karang Penginyongan (AKP). Kunjunganya dalam rangka MASTAMU (Masa Ta’aruf dan Muhasabah). 

Pria yang dipacak sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Menejemen Dakwah ini kepada selarasindo.com.menuturkan, acara ini selama dua hari satu malam ini diikuti oleh mahasiswa baru (semester 1) sebanyak 69 orang ditambah 25 panitia sehingga jumlah 94 orang.

Relik Sulistyo, Ketua Himpunan Mahasiswa jurusan Menejemen Dakwah IAIN Purwokerto. (SH)

Mahasiswa Menejemen Dakwah memiliki komunitas yang bernama Komunitas Safari Religi. Pada acara yang beri nama MD Present ini merupakan kegiatan tahunan. Namun di kali ini dibuat agak berbeda.

“Jika sebelumnya kegiatan ditangani oleh MD Present, saat ini gabungan dengan himpunan mahasiswa jurusan Menejemen Dakwah. Maka dalam acara ini bukan semata dari mahasiswa MD, tapi juga ada yang dari jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI).

Selama dua hari  21-22/11/20 mahasiswa IAIN Fakultaa Dakwah mengadakan MASTAMU di Wahana wisata esukasi dan wisata sehat Agro Karang Penginyongan. (Nsm).

Rundown acara.

Acara dibuka  Sabtu 21 Nopember 2020 padapukul 13.00 WIB-14.00 WIB.  Rangkaian acaran Mastamu yakni Masa Ta’aruf dan Mukhasabah yang diisi materi oleh Asep  Amaludin dosen Fakultas Dakwah. Dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi tentang ke-MD-an.

Usai sholat Asar, dilanjutkan dengan tanya jawab dari mahasiswa baru yang menghadirkan Wildan, alumni Menejemen Dakwah  mantan Dema sebagai pembicara.

“Tujuannya agar alumni  bisa menyampaikan pengalamannya setelah terjun ke  masyarakat yang menyampaikan materi tentang keorganisasian.” ujar Relik

Malam harinya, diisi dengan pengenalan antar mahasiswa baru dan seniornya kemudian dilanjutkan dengan Komunitas Safari Religi hingga selesai. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi Motivasi yang dirangkai dengan system sarasehan untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

Dilanjutkan puncak acara yakni pentas seni. Diawali dengan musikalisasi sampai selesai kemudin dilanjutkan dengan mimbar bebas, bagi mahasiswa yang mau mengisi panggung hingga istirahat malam.

“Pagi harinya diawali dengan senam pagi, kemudian telusur alam untuk menikmati keindahan puncak Manggalayang. Setelah sarapan dilanjutkan dengan Games, antara lain Estafet Sarung (untuk melatih kekompakan), Mencari Koin dalam Tepung. Filosofinya agar mereka berani melakukan apa saja untuk mencapai apa yang diinginkan.” ujar pria yang kelak ingin jadi Dai ini.

Kemudian Game estafet Air dengan kain. yang memiliki Filosofi, apabila yang satu basah, semua harus ikut basah. Dalam komunitas atau organisasi,  apabila salah satu ada yang sakit maka semua harus ikut merasakannya. Ketika menghadapi masalah, semua harus ikut mengatasinya. Acara diakhiri dengan  bermain tepung yang sudah diberi warna. Musik-musikan, pukul-pukulan air, pukul-pulan tepung sambil jogged-jogedan. Semua itu dalam rangka meajut tali persahabatan antar mahasiswa.

Mengapa acara dibuat sedemikian rupa? Karena setiap ada kesusahan tentu ada kebahagiaan. Biasanya orang mudah akrab karena didalam suasana kegembiraan.  Oleh karenanya dalam acara ini dibuat segembira dan seakrab mungkin. Usai games, dilanjutkan bersih-bersih dan berkemas untuk pulang.

Ketika ditanyakan mengapa acara digelar di AKP, Relik Sulistyo menuturkan bahwa belum lama ini mengikuti acara PKM pendidikan politik di disini.

” Suasananya asyik, tempatnya nyaman dan fasilitas penginapannya juga lengkap sehingga saya tertarik untuk mengadakan acara di sini,” ujar Relik yang kelak ingin jadi Dai ini.(Saring Hartoyo).

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.