ADIRAN, INGIN MEMBANGUN PUCUNG LOR JADI DESA BERNUANSA KOTA.

Adiran (58) Kepala Desa Pucung Lor, kecamatan Kroya, kabupaten Cilacap. (sh)

Selarasindo.com–Adiran (58) Kepala desa Pucung Lor kecamatan Kroya kabupaten Cilacap Jawa Tengah terus bekerja keras meningkatkan kesejahteraan warganya. Salah satu strateginya adalah membangun infrastruktur sesuai yang dibutuhkannya.

Desa yang berpenduduk 4200 jiwa terdiri dari 1153 KK yang tersebar di 3 Dusun, 6 RW dan 20 RT  ini dikenal sebagai desa pengrajin di bidang perabot rumah tangga seperti sapu, kesed, kain pel, tambang sabut kelapa dan lainnya.

Hasil karya home industri ini dikirim ke seluruh pelosok tanah air. Tak mengherankan meski di saat pandemi saat ini masyarakatnya  terus produktif di rumah masing masing.

Kantor Desa Pucung Lor. (sh)

Infrstruktur.

Sejak menjabat sebagai kepala desa Pucung Lor  tahun 2013 lalu ia terus melaksnakan pembangunan baik SDM maupun SDA. Pembangunan bidang infrastruktur yang membanggakan, belum lama ini telah berhasil membangun overpass ( jalan layang) lintas kereta api dengan dana cukup besar yang berasal dari CSR PT KAI.

Usulan pembangunan overpass lantaran di perlintasan kereta api satu bidang di desa Pucung Lor ini sering terjadi kecelakaan. Dan pada tahun 2017 mobil rombongan pengantin tertabrak kereta api yang sekaligus mengorbankan 3 nyawa melayang.

Itulah yang yang menggugah Adiran untuk segera mengusulkan pembangunan jembatan layang lintas kereta api (overpass). Karena untuk pembangunan Overpass ini cukup besar (Sekitar Rp 30 milyar) maka kalau pun  diusulkan ke Pemda maupun Pemprof tidak mungkin bisa. Hal ini juga karena ada kaitannya dengan kereta api. Akhirnya ia mengusulkan kepada  Bale Besar Kereta Api Jogjakarta.

Overpass lintas kereta api di desa Pucung Lor. (Sh)

Atas perjuangan yang pantang menyerah, akhirnya Overpass ini terwujud oleh CSR Doubletrack Bale Besar Jogjakarta.

” Ternyata tidak mudah untuk mewujudkan pembangunan jalan layang ini. Selain dananya besar juga berkaitan dengan masyarakat. Ada yang setuju juga yang tidak. Karena yang namanya orang banyak, tujuan baik juga belum tentu diterima dengan baik.” ujarnya lagi.

Selain itu juga perlu adanya dasar yang kuat mengapa overpass ini perlu segera dibangun. Usulan pembangunan overpass ini bukan hanya untuk kebutuhan saat ini.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah untuk masa depan anak cucu kita di masa yang akan datang.” ungkapnya.

Selain itu Adiran juga ingin mengubah desa Pucung Lor  menjadi desa bernuansa kota.

Overpass lintas kereta api desa Pucung Lor. (Sh)

Pasar Sigong.
Pasar desa menjadi salah satu jantung perekonomian masyarakat. Kedudukan pasar desa masih tetap penting dan menyatu dalam kehidupan masyarakat. Untuk itulah, setelah berhasil membangun overpass, Adiran bersama BPD kini tengah menyusun Perdes dalam rangka meningkatkan kapasitas Pasar Desa.

Pasar Desa Pucung Lor yang lebih dikenal dengan sebutan Pasar Sigong ini sebenarnya berdiri sudah lama. Namun dari sisi status dan pemanfaatannya perlu ada pembenahan dan peningkatan kapasitasnya yang diperkuat dengan Perdes.

” Sebetulnya rencana itu sudah lama. Namun karena kesibukkan sehingga baru saat ini dibahas” ujarnya lagi.

Selain memperluas lahan,  juga waktu buka. Jika semula pasar ini hanya buka pada hari pasaran Wage dan Manis, kelak akan diubah agar bisa buka setiap hari seperti halnya pasar Kroya.

Dengan begitu, pasar ini selain membuka peluang bagi pedagang lebih banyak, juga setiap hari pedagang dan pembeli bisa datang ke pasar ini,” ujar ayah 5 anak yang 3 sudah raih SI  dan yang 2 juga sedang kuliah.

Wirausahawan sukses.

Adiran kelahiran desa Pucung Lor. Sebelum terjun sebagai kepala desa, tahun 1975 ia merantau dan tinggal di Jakarta menggeluti usaha perabot rumah khususnya hasil karya warga desanya. Setelah hidupnya mapan, pria yang juga trah kepala desa ini diminta oleh warga Pucung Lor agar pulang kampung untuk mencalonkan diri dalam Pilkades di desanya.

Setelah ingat pesan orang tuanya bahwa setelah bisa mencukupi kebutuhan keluarga, jangan lupa beribadah dengan berjuang untuk masyarakat.

“Sebaik baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang banyak. Karena, berapa pun harta yang kamu miliki, tidak ada artinya jika kamu tidak bermanfaat bagi orang banyak. Itu pesan ayah saya.” tuturnya.

Oleh karena itu kemudian pada ia memutuskan pulang kampung untuk ikut mendaftarkan diri dalam pemilihan kepala desa, dan terpilih.

Atas keberhasilan kepemimpinannya pada periode 2013-2019, tahun 2019 ia diminta warganya untuk mencalon lagi dan terpilih.

Pada periode ke 1 setelah sukses memperjuangkan pembangunan overpass, kini tengah berjuang untuk memperlebar jalan sayap (kanan kiri overpass) dari lebar 2 meter menjadi 4 meter.

“Agar mobil roda 4 mudah melewati jalan sayap ini,” ujar pria yang juga pernah aktif sebagai Ketua Pemuda Pancasila kecamatan Kroya, Ketua BKAD kecamatan Kroya, Ketua Paguyuban Kepala Desa kecamatan Kroya, pengurus APDESI dan lainnya ini.

Rumah Sakit.
Selain itu Adiran juga berharap agar di desanya dibangun rumah sakit sekelas RSUD Banyumas. Sebab selama ini warga kabupaten Cilacap banyak yang berobat ke RSUD Banyumas.

“Kenapa Pemda Cilacap tidak membangun rumah sakit setara dengan RSUD di wilayah timur sehingga pasien tidak perlu jauh jauh ke Banyumas,” ujar Adiran yang telah berhasil membangun jalan desa, penerangan jalan, masjid dan sejumlah mushola ini.

” Untuk lahan, di desa Pucung Lor sudah  disediakan. Kalau di desa kami ada rumah sakit sekelas RSUD Banyumas, saya optimis pasien dari Cilacap Timur, hingga Kebumen tidak perlu jauh-jauh berobat ke Banyumas,” ujar penggemar olahraga Catur ini.(Saring Hartoyo)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.