CERITA NOVEL ‘RONGGENG DUKUH PARUK’ AKAN JADI IKON AGRO KARANG PENGINYONGAN.

H. Ahmad Tohari, Pak Liem dan Bu Liem dalam pertemuan dengan menejemen AKP, Minggu 14/3/21.(SH)

Selarasindo.com– Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya H. Ahmad Tohari bukan hanya populer di tanah air tapi juga mendunia.

Maka Koeswintoro (Pak Liem) owner wahana wisata Agro Karang Penginyongan (AKP) memasukkan sebagai salah satu obyek dengan bangunan joglo diberinama ‘Umah Sastra Ahmad Tohari’, sebagai wisata edukasi khususnya bidang sastra baik bagi pelajar mahasiswa maupun umum.

Novel ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ ini amat populer bukan sebatas ceritanya semata, namun juga bagian dari upaya pelestarian budaya, adat tradiasi, bahasa dan dialektika Banyumasan.

Popularitasnya itu terbukti tempat ini sering dikunjungi baik pelajar, mahasiswa, dosen dan sastrawan. Bahkan sebelum wabah Corona  melanda dunia, banyak mahasiswa manca negara berkunjung ke tempat ini.

Dalam pertemuan internal antara owner dan menejemen AKP yang dihadiri oleh H. Ahmad Tohari Minggu 14/3/21  di Pendapa Prana Wulan sempat muncul usulan dari salah satu peserta yakni Kholid Anwar yang berharap agar cerita tentang ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ bisa dijadikan sebagai ikon Agro Karang Penginyongan.

Salah satunya dengan dibuat teater atau sendratari untuk menjamu para pengunjung sekaligus sebagai media promosi.

Suasana rapat menejemen dihadiri Koeswintoro beserta ibu, H. Ahmad Tohari dan karyawan AKP. Minggu 14/3/21. (SH)

Dalam kesempatan tersebut Dosen Sastra UMP yang juga juga menejemen marketing AKP Edi Rimadhon menuturkan, bahwa mengangkat karya sastra atau apapun harus seijin pengarang atau pemilik hak ciptanya.

” Maka bagaimana respon dari  Bapak H. Ahmad Tohari selaku penulis buku tersebut?.” ujar pria yang biasa disapa Mas Edon ini.

“Bagi saya novel Ronggeng Dukuh Paruk ini sudah menjadi milik masyarakat. Maka silahkan saja saya tidak minta apa-apa,” jawab  H. Ahmad Tohari.

Tingkatkan kinerja karyawan.

Dalam kesempatan tersebut owner AKP Koeswintoro (Pak Liem) beserta Bu Liem didampingi menejemen AKP, Ibu Mei dan ibu Christine  mengajak karyawan untuk berbenah diri  baik  tentang kedisiplinan. Dalam hal ini tentang meningkatan kinerjanya baik kebersihan obyeknya maupun menejemennya.

Christine yang menangani Bidang Keuangan dalam kesempatan tersebut menyampaikan.

Dalam situasi Covid-19 ini Pak Liem owner Agro Karang Penginyongan ini telah mengucurkan uang milyaran rupiah untuk menutup biaya operasional. ” ujarnya.

Selanjutnya Bu Mei selaku wakil owner mengajak kepada.semua karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.

“Untuk itu mari kita tingkatkan disiplin dan kinerjanya sesuai dengan tupoksinya masing-masing demi peningkatan pelayanan bagi pengunjung,” ujarnya. (Saring Hartoyo).

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.