SUPRAPTO SPd, TENGAH BERJUANG UJUDKAN BANYUMUDAL SEBAGAI DESA MANDIRI.

Suprapto SPd, Kepala Desa Banyumudal kecamatan Buayan- Kebumen Jawa Tengah (ist)

Selarasido.com–Desa Banyumudal adalah salah satu desa di kecamatan Buayan kabupaten Kebumen Jawa Tengah yang berhasil mengajak masyarakat untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara serentak dan sehari lunas.

Untuk itu Suprapto berupaya melakukan pendekatan kepada masyarakat bahwa PBB merupakan kewajiban bagi para pemiliknya sehingga ia meminta agar masyarakat membiasakan membayar PBB tepat waktu dan sehari lunas. Selain itu Suprapto juga melakukan perubahan Perdes.

Suprapto SPd, Kepala Desa Banyumidal tengah melakukan persiapan acara rutin Merdi Desa bersama KH Amirudin SPdI dari Karanganyar. (Ist)

Untuk program Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB) sehari lunas, Suprapto mengakui bahwa ia hanya meneruskan kebijakan Perdes lama. Namun perbedaanya ada di dana partisipasi.  Kalau yang dulu ada Perdes Partisipasi  -/+ 50 %, setelah  Suprapto menjabat Kades, Perdes tersebut dihapus, dan PBB tahun 2020 sampai sekarang  partisipasi 0 %,

“Karena menurut saya iuran partisipasi terlalu membebani masyarakat,”ujarnya.

Strategi mengajak masyarakat bayar PBB sehari lunas.

Tak mudah untuk mengajak masyarakat membayar PBB secara bersama-sama sehingga dalam waktu sehari lunas. Setelah Kepala Desa diberitahu oleh Dinas Pajak bahwa Pajak ditargetkan lunas pada tanggal 31 Januari 202O dan SPP turun sekitar tanggal 5 Januari 2020 ia terus mengajak perangkat desa untuk memberitahu kepada masyarakat membayar PBB serentak pada hari yang sama.

Sebelumnya Suprapto mensosialisasikan kepada masyarakat tentang manfaat bayar pajak sehari lunas.

Jika masyarakat bayar PBB tepat waktu maka akan mendapat reward berupa seperti semen dan kebutuhan lainnya.

Meski belum sepenuhnya menyadari hal itu namun Suprapto optimis bahwa kelak membayar pajak sehari lunas akan menjadi kebiasaan atau tradisi.

Karena target pemerintah paling akhir 31 Januari maka saat itu  ia sosialissikan kepada warga Banyumudal agar bayar pajak sehari lunas secara bersama-sama pada tanggal 25 Januari 2021.

” PBB Tahun 2020 kami pusatkan di Nogoraji. Alkhamdulillah tanggal 25 Januari warga pada setor dan tanggal 31 Januari 2020 Desa setorkan ke rekening sekitar  Rp 98,000.000,- Kalaupun ada kekurangan hanya beberapa persen. Dan kekurangan itu desa bisa mengcover. Sedangkan untuk PBB tahun 2021 ini masing-masing warga membayar PBB langsung ke Bank,” ujar Suprapto.

Desa Mandiri.

Ketika mencalonkan diri sebagai kepala desa Banyumudal Suprapto sudah memiliki program yakni ingin mewujudkan Banyumudal sebagai desa Mandiri. Sedang kemandirian itu bermula dari lingkungan maayarakat. Oleh karena itu sejak terpilih sebagai kepala desa Banyumudal pada bulan Agustus 2019, ia terus turun kemasyarakat, ke RT-RT menemui warganya untuk membangun tradisi baru berupa RT-an setiap bulan.

Dalam kegiatan RT an mereka kemudian sepakat untuk iuran yang hasilnya dikumpulkan untuk kegiatan sosial dan pembangunan. Selain itu untuk menambah semangat kumpulan RT, saat RT an itu juga diadakan arisan.

Selain itu seminggu sekali warga juga diwajibkan ronda. Setiap malam warga ada kewajiban  menaruh jimpitan,  bisa berupa beras atau uang yang ditarik ketika keliling ronda.

“Jika sebelumnya RT tidak punya kas, sekarang ada dana dari warga yang dikumpulkan baik untuk pembangunan maupun sosial kemasyarakatan.”ujarnya.

Misalnya untuk membantu orang yang sakit, atau menyediakan kain kafan bagi yang meninggal. Dengan kebersamaan seperti itu masyarakat kini meraskan hikmahnya dan merasa senang.

Lestarikan kegiatan Keagamaan, Tradisi dan budaya.

Sedangkan untuk kegiatan keagamaan, tradisi dan budaya hampir setiap RT punya tradiasi keagamaan. Demikian pula untul  tingkat Desa  juga mengadakan kegiatan adat dan tradisi kebudaya.

Salah satunya tradisi Nyadran (resik kubur jelang Romadhan) di Banyumudal turun dilestarikan. Hal itu merupakan aset budaya desa yg sudah berjalan sejak jaman dulu, diawali dari bersih – bersih makam di setiap RW. Puncaknya setiap Jumat Kliwon menjelang bulan Ramadhan masing2 RW Dukuh mengadakan selamatan/kenduren masal, setiap rw -/+ 100 orang. Banyumudal ada 5 dukuh/ RW Yakni : 1. Dukuh Pucung, 2. Karangmalang, 3. Jerotengah, 4. Gunung Gandu, dan  5. Dukuh Tugu.

“Harapan saya dengan kegiatan seperti itu kelak bisa membawa keberkahan bagi warga dan desanya,” ungkapnya lagi.

Bumdes.

Selain membangun kebersamaan di lingkungan RT, desa Banyumudal juga terus menggali sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sumber daya alam Banyumudal berpotensi pemberdayaan air yang diolah menjadi konsumsi rumah tangga baik untuk cuci mandi maupun minum. Selain dikelola oleh Pancimas, desa Banyumudal juga tengah memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

” Sudah mulai berjalan, namun butuh proses. Karena BUMDES harus dikelola oleh profesional di bidang usaha,” ujar Suprapto lagi.

Untuk Sumber Daya Manusia desa Banyumudal juga sudah melahirkan tenaga profesional di bidang jahit. Di sini ada lima pengusaha konpelsi profesional yang menyerap ratusan tenaga kerja.

Dampak pandemi Corona.

Sebenarnya banyak program baik infrastruktur maupun sumber daya manusia. Namun dengan pandemi Corona sebagian anggaran dialihkan untuk bantuan sosial. Meski begitu beberapa titik pembangunan infrastruktur seperti jalan, saluran air maupun penerangan jalan tetap bisa dilaksanakan meski belum sepenuhnya.

” Mudah-mudahan pandemi Corona segera sirna, sehingga obsesi Banyumudal menjadi Desa Mandiri segera bisa terwujud,” ujarnya berharap. (Saring Hartoyo).

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.