SAMINO, SOSOK KREATIF DAN INOVATIF. DARI TEKNIK LISTRIK, MINYAK JARAK, NYAMPLUNG HINGGA COCOMESH.

Samino (71) Ketua Koperasi Jarak Lestari desa Karangmangu kecamatan Kroya kabupaten Cilacap. (Sh)

Selarasindo.com– Adalah Samino. Pria berusia 71 tahun yang tinggal di Jalan Progo desa Karangmangu kecamatan Kroya kabupaten Cilacap Jawa Tengah ini dikenal sebagai sosok  yang ulet, gigih, pekerja keras, kreatif dan inovatif.

Mesin pengolah biji nyamplung. (Sh)

Mulai kariernya di bidang jasa kelistrikan hingga membuka badan usaha Biro Teknik Listrik (BTL) yang melayani jasa di berbagai wilayah di kabupaten Cilacap dan sekitarnya.

Di saat pemerintah mencari solusi di bidang bioenergi, Samino mendirikan koperasi Jarak Lestari yang memproduksi jarak sebagai bahan bakar minyak nabati.

Sebagai tanaman biji-bijian yang saat itu mulai digencarkan oleh pemerintah, namun dari sisi ekonomi kurang menguntungkan sehingga ditinggal oleh petani. Sementara koperasi Jarak Lestari saat itu mendapat bantuan mesin penggiling jarak sebagai bahan bakar minyak.

Menguraikan sabut kelapa menjadi bahan tambang dan sapu. (Sh)

Sebagai sosok pria yang tidak mau tinggal diam. Ia terus berupaya agar mesin bantuan pemerintah tersebut bisa bermanfaat. Samino melakukan berbagai eksperimen biji-bijian yang lain untuk diolah menjadi minyak. Kemudian ia memukan biji Nyamplung yang banyak ditemukan di daerah pesisir. Setelah dilakukan berbagai uji coba, akhirnya biji Nyamplung oleh Samino bisa diolah menjadi minyak pengganti Jarak.

Tempat study banding mahasiswa. 

Keberhasilannya menemukan biji nyampung sebagai bahan minyak nabati, mendapat perhatian masyarakat luas. Bahkan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi bahkan mahasiswa dari Papua pun berkunjung ke Koperasi Jarak Lestari untuk studi banding. Minyak nyamplung kini dibutuhkan dunia farmasi diantaranya untuk kosmetik, herbal dan lainnya.

Cocomes siap kirim. (Sh)

Cocomes.

Dalam perjalanan waktu Samino terus berupaya menggali potensi baik sumber daya alam maupun sumberdaya manusia yang ada di sekitarnya. Cilacap timur dikenal sebagai daerah home industri di bidang sabut kelapa untuk dibuat aneka kebutuhan rumahtangga. Mulai dari tambang, hingga sapu duk.

Tambang sabut kelapa kemudian dikembangkan menjadi Cocomesh. Cocomesh adalah jaring yang dibuat dari sabut kelapa dan kini menjadi primadona untuk membantu proses reklamasi baik bekas tambang, pantai, maupun hutan. Sifatnya yang biodegradable dan kuat, membantu mempermudah tumbuhnya tanaman baru pada bidang Cocomesh yang diletakkan di tanah bekas tambang.

Para ibu rumahtangga tengah merajut Cocomes. (Sh)

Untuk kebutuhan tambang sabut kelapa melibatkan masyarakat terutama ibu rumah sebagai usaha pokok maupun kegiatan sampingan untuk menambah penghasilan. Di rumah, Samino merekrut puluhan ibu rumah tangga yang dibekali ketrampilan merakit Cocomesh.

Produksi Cocomesh terus dibutuhkan terutama dari luar Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Irian Jaya. Dan kebutuhan tambang sabut kelapa terus berkembang, sehingga berimbas kepada perekonomian dengan membuka lapangan kerja daerah sekitarnya di tiga kecamatan yakni : Kroya, Binangun dan Nusawungu. (Saring Hartoyo)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.