MAHASISWA KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM ADAKAN SEMINAR ILMU JURNALISTIK.

Ustad Mukorrobin S. Sos. I, saat memberikan materi seminar kepada mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Wilayah III Jateng dan DIY di AKP Sabtu 9/10/21.(sh)

Selarasindo.com–Mahasiswa Fakultas Dakwah Jurusan  Komunikasi Penyiaran Islam dari berbagai Perguruan tinggi Wilayah lll Jateng dan DIY selama tiga hari (8-10 Oktober 2021) bertempat di Agro Karang Penginyongan (AKP) menggelar acara Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) dan Pelantikan Pengurus.

Muskernas diikuti 70 orang diantaranya  52 orang peserta dari berbagai perguruan tinggi Jateng dan DIY. Antara lain dari IAIN Pekalongan, IAIN Kudus, STAIS Pandanaran Jogjakarta, Universitas Saint dan Al Quran Wonosobo, IKIP Pati, UIN Surakarta,  UNDUGA Cilacap,  UIN Walisongo Semarang dan UIN Purwokerto.

Ustad Mukorrobin S. Sos. I. (sh)

Hari pertama persiapan dan pembagian tempat penginapan, hari kedua Sabtu 9/10/21 bertempat di Pendapa Praba Wulan (AKP) usai acara pembukaan dilanjutkan dengan Seminar Jurnalistik dengan pemateri Ustad Turhamun M.Si Dosen Fakultas Dakwah dan Ustad Mukorrobin S. Sos I dari RRI Purwokerto.

Usai memberikan  materi seminar, Ustad Mukorrobin. S. Sos. I yang mengabdi di Penyiaran RRI Purwokerto ini sempat berbincang dengan selarasindo.com.  Dikatakan, kali ini ia diundang oleh mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam se Jateng dan DIY sebagai pembicara dalam acara  Musyawarah Kerja Wilayah & Pelantikan Pengurus.

Dalam kesempatan tersebut Mukorrobin S. Sos. I menyampaikan materi tentang bagaimana masa depan media massa. Hal ini karena media massa saat ini begitu ramai saling bergempuran, baik positip maupun negatip. Sebagai media masa saat ini harus berperan seperti apa. Sebab dengan kemajuan teknologi saat ini setiap orang bisa mem-blow-up berita.

“Namun berita yang memiliki kode etik Jurnalistik itu seperti apa. Jika yang memberitakan tidak tahu tentang kode etik, maka bisa jadi berita itu salah.” ujarnya.

Oleh karenanya, menjadi wartawan itu harus tahu kode etik Jurnalistik, dan medianya juga lulus sertifikasi dewan pers.

“Karena saat ini banyak orang menyebut memiliki media namun belum tentu medianya sudah terferifikasi. Sebab media yang sudah terferifikasi kemungkinan untuk menyiarkan berita bohong, hoak dan lainnya akan semakin sedikit. ” ujar Ustad Mukorrobin seraya menutup bincangannya. (Saring Hartoyo).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.