DIAN PUSPITASARI, DARI HOBY JADI PROFESI.

Dian PuspitasarI,  pimpinan Cantika Griya Wedding Ajibarang. (Sh)

Selarasindo.com–Dian Puspitasari owner Cantika Griya Wedding dan crew yang berkantor di Ajibarang Banyumas, Sabtu 9/10/21 meluncur ke wahana wisata edukasi Agro Karang Penginyongan. Kunjungannya di lereng barat daya gunung Slamet itu dalam rangka pengambilan gambar-pra wedding-pasangan calon penganten Aris dan Lia dari Purbalingga. 

‌Dikatakan oleh Dian bahwa Cantika Griya Wedding berdiri tahun 2010. Berawal sekedar hoby mike up dan foto-foto. Dalam perkembangannya hoby di bidang seni kecantikan seperti wedding, mike up  dan lainnya ternyata prospeknya bagus.

“Bermula dari hoby namun ketika ditekuni sungguh-sungguh ternyata asyik dan bisa jadi sumber penghasilan, ” ujar Dian lagi.

Aris dan Lia saat pengambilan gambar di depan Villa Agro Karang Penginyongan. (Sh)

‌Dan profesi sebagai wedding ternyata bukan sebatas untuk keperluan pribadi dan keluarga, namun juga berdampak pada masyarakat sekitarnya. Jika mendapat order wedding biasa ia melibatkan sekitar 20 orang. Sedang untuk skala besar, bisa melibatkan 25-30 orang. Kini relasinya selain di wilayah eks karesidenan Banyumas dan sekitarnya juga melebar sampai di ibukota.

“Terakhir bulan September kemarin di Parung Bogor dan di Hotel Fairmont Jakarta Pusat,” ujarnya.

Aris dan Lia action di depan mobil komunitas travel. (Sh)

Terdampak pandemi. 

Di saat pandemi saat ini ia bersyukur masih ada yang menggunakan jasa wedding meski untuk kepentingan keluarga terbatas di rumah. Dian Puspita sari berharap pandemi Corona segera sirna sehingga orang hajatan bebas terbuka seperti sebelumnya.

Selanjutnya ia menuturkan bahwa Corona sangat berdampak terhadap para profesi pendukung wedding seperti:  Dalang Penganten (MC),Cucuk Lampah, Asisten  fotografer, soundsistem, penyanyi, kesenian tradisional dan lainya sehingga tidak ada order. Dian berharap pandemi segera berakhir dan juga dukungan pemerintah terhadap hajatan khususnya wedding agar bisa dibuka seperti biasanya.

Dalam usaha saat ini kompetisi semakin ketat termasuk juga usaha di bidang wedding,  Agar tetap eksis. Dian melakukan berbagai langkah. Diantaranya pelayanan yang baik dan juga melestarikan seni budaya tradisonal warisan leluhur khususnya Banyumasan.

“Sebagai masyarakat Banyumas, pekerjaan wedding itu bukan sebatas merias pengantin, tapi juga sebagai Dukun Pengantin yang memegang amanat untuk melestarikan budaya Banyumasan, ” ujar Dian seraya mengatur gaya action pasangan calon pengantin  Aris dan Lia ini. (Saring Hartoyo).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.