TAQRIB SPd. MPd, SOSOK FILOSOFIS DAN HUMORIS.

Taqrib Spd. Mpd saat memberikan dimulai filosofi dalam acara perpisahan kepala sekolah dan refreshing di Taman Putri Kuwung AKP Sabtu 23/10/21. (Sh)

Selarasindo.com–Dalam hidup ini ada dua yakni kebaikkan dan keburukkan. Tergantung bagaimana seseorang menyikapi. Karena setiap orang punya perspektif sendiri dalam menghadapi suatu permasalahan. Ada baik ada buruk ada positip juga ada negatif. 

Seperti halnya diungkapkan oleh Taqrib SPPd MPd, Korwil Wanareja kabupaten Cilacap Jawa Tengah dalam kata sambutannya dihadapan 90 kepala sekolah TK, SD di wahana wisata edukasi Agro Karang Penginyongan (AKP) Sabtu malam Minggu 23 Oktober 2021.

Suasana malam perpisahan kepala sekolah Korwil Wanareja sekaligus refreshing di Taman Putri Kuwung AKP, Sabtu 23/1021. (Sh) 

Membuang kejenuhan. 

Dikatakan oleh Taqrib SPd MPd bahwa kunjungannya kali ini dalam rangka Refreshing sekaligus acara perpisahan 7 kepala sekolah yang telah memasuki masa pensiun. Refreshing ini dalam rangka membuang kejenuhan bagi para tenaga pendidik dan kependidikan yang hampir 2 tahun akibat pandemi Covid-19 sehingga menggunakan pembelajaran jarak jauh atau daring.

“Agar mereka tidak jenuh, maka sesekali kami ajak untuk refreshing ke tempat ini sekaligus dalam rangka acara pelepasan 7 kepala sekolah yang memasuki masa pensiun, ” ujar Taqrib kepada selarasindo.com di Taman Putri Kuwung dimana rombongan ini barmalam.

Takrib adalah sosok yang super sibuk. Selain menjabat sebagai Korwil kecamatan Wanareja dengan 32 TK/ PAUD dan 65 SD, ia kini juga merangkap PLT KORWIL Majenang.

Taqrib SPd.MPd.Korwil kec Wanareja kabupaten Cilacap. (Sh)

Filosofis dan humoris.
Dalam kata sambutannya, Takrib memberikan pertanyaan yang mengandung filosofi. Ia memegang botol minuman air mineral yang isinya tinggal separo.

“Rekan-rekan, air dalam botol ini isinya setengah penuh apa setengah kosong? , ” ujarnya sambil mengangkat botol yang berisi air setengah. Selanjutnya ia mengatakan,
dijawab setengah penuh ya betul, dikatakan setengah kosong juga betul, namun ada dua dimensi makna.

Ketika saya mengatakan bahwa air yang diberi oleh Mas Yadi ini misalnya saya katakan setengah penuh, itu artinya positif thingking. Tapi ketika air ini saya berikan kepada orang lain, dan orang itu mengatakan setengah kosong itu artinya negatif thingking.

Oleh karena itu kepada para kepala sekolah yang telah memasuki masa pensiun saya menyebut beliau adalah orang yang setengah penuh.

“Kami mengajak kepada yang hadir disini mari kita belajar memaknai kehidupan ini secara positif thingking atau berfikir secara positif.” ujarnya disambut gelak tawa.

Pakaian adalah kesepahaman. Orang Jawa Pake Blangkon, saya pake taplak meja yang saya ikat seperti blangkon juga jadi. Ada yang pake baju atau kaos yang penting hangat. Itu karena di Indonesia. Berpakaian adalah melindungi diri dari pengaruh luar. Oleh agama disebut menutup aurat. Namun karena ditempat yang berbeda beda maka dalam pakaian, bentuk dan warnanya juga berbeda-beda meski tujuannya sama yakni menutup aurat.

Kalau pakaian sebagai alat untuk melindungi diri dari panas dinginnya udara atau melindungi diri dari debu. Jika seseorang berpikir positip thingking atau menganggap air itu setengah penuh, maka tidak mempermasalahkan perbedaan itu.

Suasana keakraban dan penuh gelak tawa mengiringi jalannya acara. Setelah sambutan- sambutan dilanjutkan dihibur oleh Zul Musik dari Lebaksiu Cilongok, Banyumas pimpinan Fikar dengan penyanyi Uci Saputri. Pagi harinya dilanjutkan jogingtrack menyusuri Bukit Manggalayang. (Saring Hartoyo)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.