Minggu, Juni 26
Shadow

DALANG MILENIAL HERJUNO PRAMA REZA FADLANSYAH, GEMPARKAN PENDAPA BANYUMUDAL.

Herjuno Prama Reza Fadlansyah saat tampil di Pendapa Banyumudal Buayan, tasyakuran peresmian Taman Geowisata Karangbolong Karangsambung, Sabtu 7/1/22. (Sh)

Selarasindo.com–Herjuno Prama RezaFadlansyah dalang remaja yang juga duta budaya internasional Sabtu malam Minggu 8 Januari 2022 tampil di Pendapa Banyumudal kecamatan Buayan kabupaten Kebumen Jawa Tengah.

Pementasan Prama di pendopo nenek moyangnya ini bukan yang pertama. Sejak menggeluti seni pedalangan ia pentas di Pendapa yang merupakan warisan leluhurnya. Namun pentas kali ini digelar spesial dalam rangka tasyakuran atas diresmikannya Taman Geopark Karangbolong Karangsambung di desa Jladri kecamatan Buayan oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dan Rektor Unindra PGRI Jakarta Prof. H. Sumaryoto.

Suprapto Kepala desa Banyumudal menyerahkan wayang gunungan kepada dalang remaja Herjuno Prama Reza Fadlansyah di Pendapa Banyumudal Sabtu 7/1/22. (sh)

Sebagai ujud atas selesai diresmikannya Taman Geoprark yang merupakan hasil kerjasama antara Pemda Kebumen dan Unindra ini diujudkan dalam pentas wayang kulit sekaligus salah satu upaya pelestarian seni budaya warisan leluhur.

Istimewa.
Pementasan wayang kulit oleh dalang milenial Herjuno Prama Reza Fadlansyah yang kini duduk di bangku kelas 2 SMA di Jakarta ini merupakan pentas yang istimewa dengan lakon Sugriwo Subali. Selain dihadiri jajaran muspika, para kepala desa sekecamatan Buayan, Rektor, dosen dan staf Unindra juga masyarakat penggemar wayang di Buayan dan sekitarnya.

Penonton bukan hanya pada bapak maupun anak laki-laki namun kaum ibu, remaja putri yang sengaja membawa anak anaknya atau adiknya untuk menonton wayang. Meski pentas di malam hari dan diwarnai hujan, namun mereka tetap bertahan hingga tancep kayon atau selesai.

Dalang kondang Ki. H. Anom Suroto dan Rektor Unindra Prof. H. Sumaryoto nikmati pementasan lakon Sugriwo Subali oleh dalang milenial Herjuno Prama Reza Faddilansyah di Pendapa Banyumudal Sabtu 7/1/22. (Sh) 

Dan yang lebih membanggakan lagi, meski. Usia sudah senja dan sering kurang sehat namun sosok dalang dari Solo yakni Ki H. Anom Suroto juga berkenan menunggui hingga tancep kayon.

Pentas wayang malam ini diiringi karawitan Sanggar Unindra dengan waranggono atau pesinden antara lain Eka, Agnes, Suminah dan Hesti serta diwarnai dengan pelawak Abimanyu.

Dalam olah sabet (perang), Prama sudah tidak diragukan lagi. Adegan jeblosan , dugangan dengan dua atau bahkan tiga wayang sekaligus koprol atau salto dalam waktu yang sama sehingga menurut penonton, ini diluar nalar. Maka tak heran jika Herjuno Prama Reza Fadlansyah mendapat predikat sebagai dalang si Raja Koprol. Dan ada juga yang mberikan predikat sebagai dalamg milenial. Setiap adegan perang diwarnai dengan tepuk tangan gemuruh penonton.

Dalang milenial Herjuno Prama Reza Fadlansyah. (Sh)

Salah satu penonton yang terpesona atas kiprah dalang remajan yang satu ini adalah Camat Buayan Wikan Tris Junanto S. Sos. Ia merasa kagum dan bangga bahwa di Buayan ada putra terbaik yang mau menggeluti dunia pedalangan.

” Hebat, luar biasa sangat mengagumkan, ” ujarnya saat jelang pulang sambil acungi jempol. (Saring Hartoyo)

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.