Sabtu, Desember 3
Shadow

PUNCAK ACARA FESTIVAL AUDIO VISUAL KARYA SENI BUDAYA NUSANTARA AKAN DIGELAR DI MEDAN.

Ketua Umum KSBN ( Komite Seni Budaya Nusantara) Mayor Jenderal TNI (Purn) Hendradji Soepandji S. H. Dewan Pengawas KSBN Dr. H. Rahmat Syah, Ketua Bidang Film KSBN Adisurya Abdy MSc, serta anggota Bidang Film Eddy Karsito dan Budi Kurniadi. (Ist).

Selarasindo.com–Salah satu unsur kebudayaan yang dengan mudah untuk dihayati adalah seni. Seni adalah suatu kebutuhan rohani penyalur emosi. Untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni harus diusahakan melalui sarana atau media.

“Salah satunya adalah melalui media film. Ini harapan saya sejak lama,” ujar Ketua Umum KSBN (Komite Seni Budaya Nusantara), Mayor Jenderal TNI (Purn.) Drs. Hendardji Soepandji, S.H., disela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP KSBN, di Rumah Budaya KSBN, Cipayung Jakarta Timur, Kamis (17/11/2022).

Guna merealisasikan gagasan besar inilah, melalui Bidang Film KSBN untuk pertama kalinya Hendardji menggagas sebuah ajang apresiasi seni melalui festival film bertajuk “Festival Audio Visual Karya Seni Budaya Nusantara” (FAVKSBN).

Ajang apresiasi film berbasis seni budaya tersebut menurut rencana puncak acaranya akan digelar di kota Medan Sumatera Utara, 12 Agustus 2023 mendatang.

Hendardji Soepandji yang pada saat tersebut didampingi Dewan Pengawas KSBN Dr. H. Rahmat Shah, dan Ketua Bidang Film KSBN sekaligus Ketua Panitia Pelaksana FAVKSBN Adisurya Abdy, MSc. mengatakan, film yang semata-mata hiburan (industri) tentu berbeda dengan film bernuansa seni budaya.

Oleh sebab itu, kata Hendardji, dalam melestarikan nilai-nilai budaya bangsa harus berdasarkan komitmen. Perlunya menyeimbangkan antara sains, nilai dan seni, antara fakta, fiksi, dan ilusi; antara pelestarian, pengembangan dan pemberdayaan; serta antara akal, kesadaran dan keindahan.

“KSBN bergerak pada kegiatan pemajuan kebudayaan, meliputi; perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan. Sesuai visi dan misi KSBN kiranya kita perlu menindak lanjuti dengan kerja nyata. Salah satunya melaksanakan produksi film pendek berbasis seni budaya Nusantara ini,” terangnya.

Ketua Panitia Pelaksana FAVKSBN Adisurya Abdy, MSc menjelaskan, tahapan pelaksanaan kegiatan FAVKSBN dibagi dalam tiga tahap. Pertama; Persiapan dan Produksi (November 2022 – Juni 2023), kedua; Penjurian Awal (Juli-Agustus 2023), serta ketiga Festival dan Acara Puncak Penganugerahan (Agustus 2023).

Pelaksanaan FAVKSBN didahului dengan kegiatan workshop film. Digelar di 37 provinsi yang dilaksanakan secara virtual dan on-site. Melibatkan elemen organisasi KSBN di tingkat DPP, maupun DPW dan masyarakat secara nasional.

“Tahap awal kami akan ada sosialisasi, diantaranya melalui kegiatan workshop film untuk anggota KSBN di daerah. Atau target peserta lainnya seperti komunitas film pelajar dan mahasiswa, serta komunitas film di kantong-kantong budaya lainnya. Ini kita mulai bulan Desember 2022 hingga Januari 2023,” terang Adisurya Abdy.

Pihaknya, kata Adisurya, juga akan melakukan pendampingan produksi (supervisi) bagi calon peserta ketika mereka dalam tahap produksi film yang akan disertakan dalam festival.

Dr. H. Rahmat Shah, menyambut baik serta menyatakan siap menjadi tuan rumah pelaksanaan puncak acara ‘Festival Audio Visual Karya Seni Budaya Nusantara’ di Kota Medan.

Menurutnya, aspek dari strategisnya film akan memberikan jasanya yang benar-benar berarti apabila diarahkan untuk meningkatkan dan melestarikan warisan nilai-nilai budaya bangsa.

“Saya menyambut baik dan mendukung gagasan ‘Festival Audio Visual Karya Seni Budaya Nusantara’ ini. Kami siap menjadi fasilitator agar acara ini dapat digelar di kota Medan. Silahkan diagendakan, dikoordinasikan apa yang akan dilakukan untuk tahap awal persiapan ini,” sambut Rahmat Shah.

Ketua Panitia Pelaksana FAVKSBN Adisurya, kembali menambahkan, penyelenggaraan FAVKSBN melibatkan para juri berdasarkan keterwakilan dari berbagai unsur, meliputi budayawan, pengamat/ kritikus/ pekerja film, akademisi/ pengajar film/ seni/ budaya.

Penilaian Dewan Juri meliputi; gagasan (originalitas dan keunikan/ide cerita, kesesuaian dengan tema, nilai pesan yang disampaikan) estetika dan teknik (keaktoran/keaktrisan, artistik, teknik pengambilan gambar/fotografi, musik tema, editing), dan unsur pendukung estetika dan teknik lainnya.

“Juri akan memilih Film Pendek Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Cerita Terbaik. Dewan Juri juga akan memilih karya film untuk beberapa kategori, antara lain; Penampilan Kelompok Seni Budaya Terbaik, Pemeliharaan Seni Budaya Terbaik, dan Pemajuan Kebudayaan Terbaik,” terang Adisurya.

Pekan ini Adisurya langsung menyiapkan timnya untuk survey lokasi (venue) ke kota Medan. Recce (survey lokasi) menurutnya penting untuk menentukan hal teknis di lapangan.

“Termasuk menyusun perencanaan acara puncak, baik teknis dan non teknis. Kami sudah siapkan tim untuk berangkat ke Medan sesuai arahan pak Rahmat Shah,” ujar Adisurya, didampingi timnya, Eddie Karsito dan Budi Kurniadi (Anggota Bidang Film KSBN).(Edkar/SH).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.