MAYOR PNB. FANDY TULUNGAN, AJAK PEMUDA JAGA DAN BANGUN NKRI

Selarasindo.com–Mayor Penerbang Fandy Pulungan, adalah Instruktur Sekolah Penerbang TNI AU Adi Soecipto Yogyakarta. Ia juga menjabat sebagai Komandan Flyg A Skuadron Pendidikan 104. Salah satu dari tugas tersebut adalah melaksanakan latihan jungle and six surveyfel dasar bagi siswa penerbang. Tahun ini pelatihan dilaksanakan di lokasi Waduk Sempor Kebumen dan Lanud Soedirman selama empat hari dari tanggal 21-24 Nopember 2016.

Usai ramah tamah dengan jajaran Polsek Sempor, Dan Ramil Sempor dan Koeswintoro tokoh masyarakat setempat di Happy Valey Sempor, Senin 21 Nopember 2016 petang, Mayor Penerbang Fandy Pulungan menyempatkan untuk berbincang dengan Majalah Karakter 14 dan Selarasindo.com. Berikut  perbincangan Majalah Karakter 14 dan Selarasindo. Com dengan Mayor Penerbang Fandy Pulungan.

Apa saja program Pendidikan Skuadron 104?

Pendidikan Skuadron 104  berada dibawah naungan Wing Pendidikan Penerbang Lanud Adi Sucipto Yogjyakarta. Adapun tugasnya antara lain menyiapkan seluruh siswa Sekolah Penerbang, siswa Sekolah Instruktur Penerbang, Sekolah Nafigator, dan  Sekolah Instruktur Nafigator  Bina Kelas untuk menuju Bina Terbang.

Apa tujuan pelatihan ini ?

Pelatihan ini bertujuan memberikan pengenalan kepada Siswa Penerbang tentang bagaimana bertahan hidup ketika siswa tentang bagaimana melaksanakan tugas belajar terbang atau  melaksanakan operasional penerbangan agar mereka siap dalam menghadapi situasi hal hal yang tidak diinginkan.  Seperti,  pesawat mengalami emergency yang harus melakukan pendaratan darurat sehingga harus mereka bisa bertahan hidup baik di air maupun di hutan.

Latihan kali ini memberikan pengenalan kepada siswa tentang empat hal yang terdiri dari :  Survival, Evation, Resistance, dan Escape (SERE). Dalam pelatihan ini ada unsur escape nya karena kita melaksanakan tugas di kemiliteran sehingga kita harus mengenali apa yang namanya escape yang disesuaikan dengan kondisi riilnya akan berada di daerah operasi yakni bagaimana menyelamatkan diri apabila pesawat mengalami gangguan atau kecelakaan untuk menyelamatkan diri dan kembali ke homepages dengan menyimpan segala bentuk rahasia dan melaksanakan,  penginderaan-penginderaan apabila insinden atau terjadi kecelakaan di daerah musuh.

Yang melaksanakan pelatihan kali ini lanjutnya,  dari Sekolah Penerbang Angkatan ke 93 dengan peserta dari 50 perwira siswa baik dari Angkatan Udara, Angkatan Darat maupun Angkatan Laut. Dikatakan oleh Fandy Pulungan bahwa sejak tiga tahun lalu atas saran Panglima TNI Jenderal Moeldoko saat itu, untuk pelaksanaan tugas pendidikan sekolah penerbang diserahkan atau difokuskan kepada TNI AU untuk memberikan hasil yang optimal terhadap output yang akan menjadikan para perwira-perwira lulusan Akademi TNI untuk menjadi penerbang TNI yang profesional.

Sejak kapan Anda menjadi instrukter penerbangan.

Menjadi instruktur sejak tahun 2015  atau sudah berjalan sekitar satu setengah tahun. Adapun kegiatan sehari-hari selain sebagai staf di Pendidikan TNI AU 104 juga bertugas untuk memberikan pembelajaran terbang yakni mengajar Bina Terbang kepada siswa-siswa sekolah penerbang dan juga bagi calon insstruktur penerbang di  Sekolah Penerbang Adi Sucipto.

Apakah sekolah ini juga melayani untuk calon penerbang sipil?    

Untuk siswa dari penerbang sipil saat ini tidak merekrut. Dulu pernah merekrut dari sipil bagi yang lulusannya akan dikaryakan untuk kepentingan militer. Diantaranya dari ITB Bandung yang saat itu diproyeksikan untuk bekerja di PTDI. Mereka dibekali pengetahuan bagaimana teknik penerbangan pesawat, sebelum mereka dijadikan tim untuk mendesain atau pun pembuatan pesawat terbang. Namun  hal itu hanya untuk beberapa angkatan dan sekarang murni hanya diikuti dari militer.

Bagaimana minat anak muda untuk jadi prajurit TNI AU?

Minat anak muda saat ini untuk jadi prajurit TNI AU sangat besar. Hal ini sesuai dengan era globalisasi atau internasional saat ini yang dalam bidang pertempuran didominasi Angkatan Udara. Hal ini juga dampak dari media masa yang sering memberitakan tentang bagaimana etosnya Amerika dan negara-negara NATO dengan sistem yang disebut Air Superiority. Yakni sebelum menguasai teritorial darat harus terlebih dulu menguasai  wilayah udara.

Dan ketika media masa menyampaikan hal tersebut ke publik, ternyata mampu menggugah animo generasi muda berminat terjun sebagai  prajurit TNI AU menjadi sangat besar. Disamping keberadaan Akademi TNI AU ini untuk menjembatani bagaimana anak-anak muda yang berminat menjadi seorang pilot namun terkendala dengan biaya. Akademi TNI AU membuka kesempatan bagi mereka dengan mengadakan perekrutan bagi lulusan SMA untuk menyalurkan cita-citanya menjadi pilot atau penerbang.

Untuk menjadi perwira TNI AU atau navigator TNI AU yang pertama dibutuhkan adalah lulusan IPA. Kemudian mereka diseleksi di panitia-panita daerah melalui Lanud-Lanud setempat. Sedang kalau PSDP dari Kodim atau Korem maupun Kodam. Peserta yang diterima adalah mereka yang memenuhi syarat baik fisik, mental, jasmani maupun rohani dan  intelektual akademi diatas rata-rata.

Hal ini karena ke depan setelah mereka bertugas menjadi personil aktif mengoperasikan Alutsista di TNI AU khususnya di bidang kedirgantaraan dibutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan kesegaran jasmani serta kecerdasan intelektual diatas rata-rata.  Dengan pertimbangan penggunaan wahana atau pun Alutsista adalah kecepatan dan  ketepatan atau keakuratan. Dalam berkeputusan sangat dibutuhkan pada saat menunaikan tugas kedirgantaraan.

Apa yang membuat Anda tertarik menjadi prajurit TNI AU?

Saya sejak kecil sudah tertarik menjadi prajurit TNI AU. Sejak kecil saya sudah bercita-cita ingin menjadi pilot. Hanya saja saat itu karena terkendala biaya.  Namun saya amat bersyukur karena saat lulus SMA, TNI AU  membuka pendidikan bagi anak muda yang kelak bisa menjadi seorang penerbang. Maka setelah lulus SMA saya langsung mendaftarkan diri dan  masuk pada perekrutan tahun 2001. Saya menyiapkan diri baik fisik maupun mental dan akademis semaksimal mungkin untuk mengikuti proses perekrutan melalui Lanud Medan.

Saya bersyukur bisa diterima tanpa dipungut biaya sepeserpun. Setelah itu saya mengikuti proses pendidikan di Akademi Taruna TNI AU  Yogyakarta selama 3,5 tahun. Kemudian dilanjutkan dengan mengikuti seleksi-seleksi penjurusan untuk menjadi siswa penerbang dan lulus menjadi penerbang.

Selama menjadi penerbang apa pengalaman yang sangat berkesan?.

Saya amat berkesan pada saat menjadi penerbang pesawat Hecules yang rute terbangnya mulai dari Sabang sampai Mereoke. Bahkan pernah terbang ke Australia dan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Pengalaman sehari-hari sebagai penerbang dari satu daerah ke daerah lain. Dari pengalaman itu saya berpendapat bahwa  Indonesia membutuhkan kekuatan udara yang sangat besar. Hal ini untuk mengembangkan kekuatan militernya di mata dunia.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka dibutuhkan generasi-generasi muda yang mau terjun untuk mengisi dan menjadi personil TNI AU. Dengan TNI AU semakin kuat, maka bangsa dan negara semakin kuat pula dan disegani di mata dunia. Sebagai perwira TNI AU saya sudah tahu masing-masing resikonya dan sudah siap menghadapinya. Maka tantangan sudah tidak lagi menjadi beban dalam menjalankan tugas belanegara.

Dengan tekad bulat membela tanah air karena sebagai prajurit TNI AU memiliki tanggungjawab menjaga kedaulatan NKRI. Dengan semangat itu maka apa pun resikonya, dengan mental baja siap menghadapinya. Dengan kemajuan di bidang teknologi di bidang penerbangan yang semakin bagus dengan prosedur-prosedur yang diterapkan di TNI AU hingga yang menyentuh masalah-masalah sefty.  Saya semakin yakin dan semakin termotifasi dalam melaksanakan penerbangan dengan aman dan selamat. Dengan tekad yang bulat pula untuk menjadi pengawal kedirgataraan dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia.

Ada pesan terhadap generasi muda?.

Kepada generasi muda saya mengajak  untuk bersama-sama menjaga dan membangun NKRI dari berbagai ancaman  baik baik dari dalam manapun luar. Sebagai prajurit TNI AU saya mengajak kepada generasi muda untuk memiliki semangat dan motivasi yang tinggi dan berkreasi untuk membawa bangsa ini seperti pada jaman Majapahit dan Sriwijaya. Menjadi bangsa yang besar dengan menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa ini. Dengan semangat tersebut, mari kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa terkemuka di dunia.

Dalam menjalankan pengabdian di jajaran TNI AU saya berprinsip apa pun permasalahan dalam diri yakni usaha tidak akan pernah menghianati hasil apa yang kita peroleh. Sehingga usahalah semaksimal mungkin, berkaryalah sesemangat mungkin dan berdoalah setawakal mungkin. Dengan modal doa dan ikhtiar insya Allah apa yang dicita-citakan akan tercapai.

Apa kesan Anda tentang Waduk Sempor sebagai lokasi pelatihan ini?.

Saya amat berkesan tempatnya memenuhi kebutuhan untuk pelatihan ini. Selain itu, anak-anak sekolah yang melihat pelatihan ini  juga terlihat sangat antusias. Pelatihan di sini juga sekaligus sebagai sarana promo untuk memotivasi generasi muda agar ke depan kelak mau terjun sebagai prajurit TNI AU.

Selain itu saya juga amat terkesan terhadap tokoh masyarakat khususnya kepada beliau Pak Liem (Koeswintoro) yang saya kenal sejak setahun lalu. Beliau adalah sosok yang  memiliki perhatian besar terhadap kondisi bangsa khususnya generasi muda dan institusi pertahanan kita.  Beliau memiliki cita-cita membangun bangsa dan ikut berparisipasi membesarkan nama TNI. Dengan cita-cita yang mulia tersebut saya berharap agar bisa diikuti khususnya oleh generasi penerus bangsa.

Mayor Penerbang Fandy Tulungan lahir di Tebing Tinggi Sumatera Utara, 27 Juni 1983. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan keluarga Syamsul Rizal Pulungan (Alm) pensiunan PNS, Ibu Sri warni juga Pensiunan PNS. Menjalani pendidikan SD dan SMP di Tebing Tinggi. Kemudian melanjutkan di SMA Sibolga. Lulus SMA tahun 2001  kemudian melanjutkan di Akademi TNI AU di Jogjakarta dan selanjutnya mengabdi di TNI AU hingga kini. (Saring Hartoyo)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.