KOESWINTORO TAK KENAL LELAH TANAMKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR PADA GENERASI MUDA

Selarasindo.com– Bagi Koeswintoro (72), kemerdekaan adalah warisan besar yang diberikan pahlawan kepada bangsa Indonesia yang beragam suku, agama, budaya dan profesi.

Untuk itu, sebagai generasi penerus bangsa wajib untuk mewarisi semangat kejuangan dengan mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita para pahlawan yakni meraih kedamaian ketenteraman dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai generasi yang masuk katagori sepuh ini Koeswintoro sejak puluhan tahun lalu tak kenal lelah terus berupaya menanamkan semangat kejuangan bagi generasi penerus bangsa.

Koeswintoro (72) owner Grafika Grup Gombong. (SH)
Koeswintoro (72) owner Grafika Grup Gombong. (SH)

Setiap tahun menyelenggarakan peringatan hari hari besar nasional. Seperti pada peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2017 lalu. Melalui Forum Masyarakat Peduli Karakter Bangsa ( FMPKB) yang dibentuknya, ia mengumpulkan berbagai element masyarakat dalam rangka menanamkan karakter cinta tanah air dan menjunjung tinggi jasa para pahlawan kemerdekaan dengan semengat menjunjung tinggi NKRI oleh seluruh rakyat Indonesia  khususnya generasi khususnya generasi muda saat ini.

FMPKB malam itu menyelenggarakan acara sarasehan dengan tajuk ‘Refleksi Nilai Kepahlawanan’ di hotel Grafika Gombong Kebumen Jawa Tengah. Acara ini diikuti oleh organisasi kepemudaan, DHC45, mahasiswa dan pelajar.Hadir pula Dandim Letkol Kav Suep, Forkompinda, dan OPD terkait.

Nur Taqwa Setyabudi selaku penyelenggara kegiatan ini dalam kata sambutannya mengatakan, refleksi ini untuk memahami semangat juang yang dimiliki para pahlawan. Nilai semangat pahlawan pada pertempuran 10 November silam harus dihayati dan menjadi inspirasi untuk mengisi kemerdekaan.

Setiap masyarakat wajib meneladani semangat pahlawan dalam menjalani kehidupan ini dengan tetap berpijak pada sikap dan prinsip yakni Jasmerah (jangan sekali-kali melupakan sejarah).

“Kami berharap dengan mendalami nilai kepahlawanan dapat mewujudkan sikap yang santun tetapi tetap berenergi tinggi dalam membangun dan menyejahterakan daerah,” katanya.

Sementara itu Nur Edi Yuniarso  Nara sumber dari Jakarta mengungkapkan, kemajuan teknologi informasi menjadi tantangan besar bangsa Indonesia. Hal itu menjadi mengkhawatirkan apabila generasi mufa tidak dimiliki prinsip dan pemahaman yang baik terhadap sila-sila Pancasila. Hal itu yang kemudian membentuk perilaku menyimpang yang mengancam keutuhan NKRI.

“Prinsip dan pemahaman akan sila Pancasila perlu diajarkan sejak dini agar Indonesia menjadi bangsa yang solid dan maju,” tuturnya.

Selain menggelar sarasehan, sebagai ujud syukur dan ungkapan terima kasih atas jasa para pahlawan, Koeswintoro pagi harinya yakni 10 Nopember 2017 bertepatan  dengan Hari Pahlawan mengirimkan 100 karangan bunga untuk ditebarkan di Taman Makam Pahlawan Kebumen. ( Saring Hartoyo)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.