PERPAG BERSAMA PERGURUAN TINGGI LAKUKAN PENELITIAN AIR DALAM GOA.

Selarasindo.com–Organisasi Persatuan Rakyat Penyelamat Karst Gombong (Perpag) melakukan Mapping dan Water Tracing bersama UPN (Universitas Pembangunan Nasional)Jogyakarta ,UMS (Universitas Muhammadiyah Solo) dan Unindra (Universitas Indra Prasta ) Jakarta,disekitar kawasan karst Gombong selama 4(empat) hari mulai tanggal 22 hingga 25 September 2018, kemarin.

Arif Bhuto , selaku Ketua Tim pelaksana Mapping dan Water Tracing menuturkan,bahwa dalam melaksanakan mapping dan water tracing ini dilakukan oleh mahasiswa UPN,UMS dan UGM yang jumlahnya 10 orang. Dari ke sepuluh orang ini di bagi menjadi dua tim diantaranya tim mapping sebanyak 5 orang dan tim water tracing 5 orang di bantu oleh warga setempat.

“ Pelaksanaan mapping dan water tracing ini dilakukan oleh mahasiswa dari UPN,UGM, dan UMS yang jumlahnya 10 orang,dengan di bagi menjadi 2(dua) tim dengan di bantu warga setempat,” ucap Arief

Dikatakannya, para mahasiswa yang ikut melakukan mapping dan water tracing ini sekaligus dalam tugas pengerjaan skripsi dan tesis yang dihunjuk oleh masing-masing kampusnya. Adapun mapping yang dimaksud adalah melakukan pemetaan goa-goa yang ada disekitar kawasan pegunungan karst dengan meneliti seluruh isi yang ada di setiap goa termasuk mata air,batu-batuan ,dan lainnya.

Sedangkan water tracing guna mengetahui aliran air dari dalam goa, apakah aliran air di dalam goa saling berkaitan hingga mengalir kepemukiman masyarakat.

“Mapping itu melakukan pemetaan di goa-goa sekaligus untuk mengetahui isi didalam goa yang ada di sekitar kawasan ini. Sedangkan Water Tracing melakukan penelitian aliran air dari goa yang satu ke goa lainnya hingga air yang dialirkan sampai kepemikiman warga ,”jelas Arif

Lebih lanjut Arif menjelaskan, sebanyak 8(delapan) titik yang dilakukan penelitian diantaranya, di Goa Candi, Winong, Kali Sirah, Jembleng, Jeblosan, Rogodono, Ledeng dan Teleng. Untuk pelaksanaan Water Tracing digunakan dengan alat cairan warna bernama Rodamin yang memiliki unsur garam sehingga aman untuk di konsumsi warga serta hewan dan tumbuhan yang ada disekitarnya.

“Ada delapan titik yang dilakukan penelitian diantaranya, Goa Candi, Winong, Kali Sirah, Jembleng, Jeblosan, Rogodono, Tedeng dan Teleng. Alat untuk water tracing adalah Rodamin yang memiliki unsur garam sehingga aman bila di konsumsi dan juga aman bagi hewan serta tumbuhan disekitarnya,”jelasnya

Perwakilan dari Unindra, Julia Bea didampingi Santyo W dan Tulus Widjajanto menuturkan, kehadiran Unindra dalam hal ini sebagai pendamping Perpag untuk mengetahui pelaksanaan mapping dan water tracing yang dilakukan oleh Perpag bersama UPN,UGM dan UMS.

“Kami(Unindra) sebagai pendamping Perpag ingin mengetahui dilakukannya mapping dan water tracing ini,”sebut Bea

Dikatakannya, Unindra turut mendampingi Perpag dalam rangka malaksanakan Abdimas (pengabdian masyarakat) yang wajib dilakukan sebagaimana yang diatur dalam Tri Darma Perguruan Tinggi.

“Unindra melakukan ini(Pendamping) kepada Perpag yang tujuannya melaksanakan Abdimas,”kata Bea

Bea,menambahkan bahwa Kehadiran Unindra ikut mendampingi Perpag dalam memperjuangkan KBAK Gombong Selatan sudah berlangsung selama 4(empat) Tahun. Sehingga masalah yang dihadapi oleh masyarakat Gombong ini sudah menjadi “Isyu” Nasional. Bahkan belum lama ini Perpag di dampingi Unindra melakukan pertemuan di KSP (Kantor Staf Kepresidenan),di DPR RI menemui Wakil Ketua DPR RI,Fadli Zon,Badan Geologi Bandung,Kementrian ESDM,Dinas ESDM Provinsi dan lainnya.

“Unindra sampai saat ini konsisten mendukung perjuangan Perpag dalam mengembalikan KBAK,berbagai langkah sudah dilakukan Perpag bersama Unindra,”sebutnya

Bea menambahkan,dengan hasil mapping dan water tracing ini akan membuahkan hasil yang diinginkan oleh Perpag.

“Hasil Mapping dan Water Tracing menjadi data yang diharapkan nantinya,”ujar wanita yang pernah ikut menelusuri sungai dibawah tanah di area goah pucung sedalam 35 meter.

Ketua Perpag H.Samtilar mengatakan, Dilakukannya mapping dan water tracing di kawasan karst ini bertujuan untuk mengetahui jumlah goa serta aliran air dari dalam goa yang terdapat di kawasan karst. Adapun pelaksanaan mapping ini dilakukan setelah diterimanya permohonan Perpag melalui surat dan audensi kepada pimpinan UPN.Selanjutnya pihak UPN mengajak UGM dan UMS dengan menurunkan mahasiswanya ke Gombong.

“ Perpag sebelumnya membuat permohonan kepada Pimpinan UPN melalui surat dan audensi,pada akhirnya permohonan Perpag diterima.Pada akhinya UPN mengajak UGM dan UMS untuk sama-sama melakukan mapping dan water tracing dengan mengirimkan mahasiswanya ke desa ini, dan Unindra merupakan pendamping Perpag” ucap H.Samtilar

Lebih lanjut Ketua Perpag menuturkan, Perjuangan Perpag dalam mempertahankan kawasan karst sekaligus mengembalikan luasan KBAK (Kawasan Bentang Alam Karst) yang kini telah berubah,guna menjaga kelestarian alam yang terkandung di gunung karst sebagai sumber kebutuhan hidup masyarakat di Gombong dan sekitarnya.

“Perpag berjuang mempertahankan kawasan karst sekaligus ingin mengembalikan luas KBAK yang kini luasannya berubah-ubah,”ujarnya

H.Samtilar menambahkan,hasil data dari Mapping dan water tracing ini nantinya sangat membantu dalam perjuangan Perpag untuk mengembalikan KBAK Gombong Selatan.

“Mapping dan water tracing ini sangat membantu dalam perjuangan Perpag mengembalikan KBAK Gombong Selatan. cetus Samtilar.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini bahwa ,dalam melakukan water tracing titik utama nya di kali sirah. Cairan pewarna rodamin di taburkan pada jam 23.00 wib di sekitar kali sirah dan hasilnya diketahui zat pewarna itu mengalir di kali jeblosan pada Jam 13.00 wib.

Proses yang dihasilkan sejak di taburkannya cairan pewarna di kali sirah hanya memakan waktu 14 jam ,lebih cepat dari perkiraan 20-40 jam.(SH)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.